Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Belajar dari Kabut Asap: Apa yang Perlu Kita Benahi Bersama?

E
Penulis: Edy Jumrio❯

 


Advertisement

Edy
Edy

Oleh; Edy Jumrio

KABUT asap kembali menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah. Udara yang seharusnya kita hirup dengan nyaman berubah menjadi sumber kekhawatiran. Aktivitas sehari-hari terganggu, anak-anak harus menyesuaikan kegiatan belajar, masyarakat menghadapi risiko kesehatan, dan para petugas kembali berjuang memadamkan api.

Advertisement

Setiap kali kabut asap datang, kita berharap hujan segera turun dan udara kembali bersih. Harapan itu wajar. Namun, ada pertanyaan yang tidak boleh kita lupakan, setelah kabut asap mereda, apa yang benar-benar kita perbaiki agar masalah yang sama tidak terus berulang?

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan persoalan sederhana. Ada kondisi lahan, cuaca, aktivitas manusia, pengelolaan lingkungan, dan berbagai faktor lain yang perlu diperhatikan. Karena itu, penanganannya tidak cukup hanya dengan memadamkan api ketika kebakaran terjadi. Pencegahan, pengawasan, evaluasi, dan perlindungan masyarakat juga perlu berjalan secara berkelanjutan.

Belajar dari kabut asap berarti melihat persoalan ini bukan hanya sebagai kejadian tahunan, melainkan sebagai kesempatan untuk memperbaiki cara kita menjaga lingkungan dan melindungi kehidupan masyarakat.

Advertisement

Memahami Besarnya Persoalan Karhutla

Besarnya persoalan karhutla di Kalimantan Tengah dapat dilihat dari pemberitaan Kalteng Pos pada 14 Oktober 2026. Berdasarkan laporan tersebut, tercatat 4.512 kejadian kebakaran dengan luas lahan terbakar mencapai 14.989,41 hektare selama periode 1 Januari hingga 29 September 2026.

Angka tersebut menunjukkan bahwa karhutla bukan persoalan kecil. Di balik angka kejadian dan luas lahan yang terbakar, terdapat lingkungan yang rusak, aktivitas masyarakat yang terganggu, serta pekerjaan besar yang harus dilakukan untuk mencegah kebakaran berikutnya.

Tentu, angka-angka itu perlu dibaca bersama dengan informasi mengenai lokasi kebakaran, penyebab kejadian, upaya pencegahan, dan hasil penanganannya. Data bukan hanya untuk menunjukkan seberapa besar masalah yang terjadi, tetapi juga menjadi dasar untuk menentukan tindakan yang lebih tepat.

Advertisement
Editor : Agus Pramono
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kalteng PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BMKG Umumkan Jika Palangka Raya Memasuki Masa Pancaroba Sepanjang November

BMKG Umumkan Jika Palangka Raya Memasuki Masa Pancaroba Sepanjang November

BMKG umumkan Palangka Raya masuki masa transisi hujan bulan November. Warga diminta waspadai kabut asap kiriman dan potensi banjir.

Potret Porter Bandara Tjilik Riwut: Meski Sepi Penumpang Tetap Wajib Setor Biaya Operasional

Potret Porter Bandara Tjilik Riwut: Meski Sepi Penumpang Tetap Wajib Setor Biaya Operasional

Porter Bandara Tjilik Riwut terpaksa bekerja tanpa gaji dan setor biaya operasional Rp625 ribu. Mereka berharap adanya jaminan kesehatan.

Petani Palangka Raya Berjuang Jaga Produktivitas di Tengah Ancaman Kekeringan, Pemko Beri Perhatian

Petani Palangka Raya Berjuang Jaga Produktivitas di Tengah Ancaman Kekeringan, Pemko Beri Perhatian

Sektor pertanian hortikultura di Kota Palangka Raya dinilai tetap memiliki prospek menjanjikan meski sedang menghadapi musim kemarau. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer