Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik

SANGKA BAIK

Rohansyah • Jumat, 20 Februari 2026 | 08:00 WIB

Di pedalaman Kalimantan, seorang bapak renta menulis surat kepada anaknya yang ditahan di Nusa Kambangan karena dituduh terlibat Gerakan Teroris dan Radikalisme.
Isinya sederhana dan pilu, “Utuh, bapak sudah tua. Ini musim tanam jagung. Siapa yang bantu bapak mencangkul kebun?”
Beberapa minggu kemudian, balasan datang. “Pak, jangan cangkul kebun itu. Saya tanam senjata di sana.”
Surat itu tentu saja disensor. Keesokan harinya, satu peleton tentara datang. Mereka mencangkul kebun jagung itu seharian, membalik tanah, mencari sesuatu yang tak pernah ada.
Tak menemukan apa pun, mereka pergi.
Sang bapak kembali menulis surat, “Utuh, tentara sudah mencangkul kebun kita. Apa yang harus bapak lakukan sekarang?”
Jawaban Utuh singkat, “Sekarang Bapak tanam jagung saja. Tanahnya sudah dicangkul. Jangan lupa ucapkan terima kasih.” Hehe.
Kisah ini sederhana, tetapi mengandung pelajaran besar tentang sangka baik. Mungkin saja si bapak marah. Bisa saja ia menyimpan dendam kepada tentara yang mengobrak-abrik kebunnya. Namun, melalui kecerdikan anaknya, peristiwa yang tampak merugikan justru menjadi jalan kemudahan.
Di sinilah Ramadan hadir menyentuh hati kita. Ramadan mengajarkan husnuzan (berbaik sangka) kepada Allah. Kadang hidup terasa seperti “kebun yang dicangkul paksa”. Rencana kita berantakan. Harapan tertunda. Situasi terasa tidak adil. Namun, siapa tahu itu justru cara Allah menggemburkan tanah kehidupan kita?
Bisa jadi kehilangan adalah persiapan. Bisa jadi ujian adalah pembersihan. Bisa jadi keterlambatan adalah perlindungan. Berbaik sangka bukan berarti menutup mata dari kenyataan, tetapi percaya ada kebaikan yang sedang disiapkan. Seperti ladang jagung tadi, yang awalnya tampak diacak-acak, ternyata siap ditanami tanpa perlu tenaga tambahan.
Ramadan melatih kita menahan amarah, membersihkan hati dari prasangka buruk, dan memperbanyak doa. Karena orang yang sangka baik hatinya lebih ringan. Ia tidak mudah curiga, tidak cepat menuduh, dan tidak sibuk menyalahkan keadaan.
Hidup ini sering kali seperti surat yang disensor. Kita tidak tahu seluruh isi rencana Allah. Tetapi kita tahu satu hal: Allah tidak pernah zalim kepada hamba-Nya.
Maka jika hari ini “kebun” Anda terasa berantakan, mungkin itu sedang dipersiapkan untuk panen yang lebih baik.
Tanamlah jagung Anda. Dan jangan lupa, ucapkan terima kasih.
Barakallahu fiikum, selamat menjalani Ramadan. (*)

Photo
Photo

Editor : Rohansyah
#catatan rohansyah #Time Out #Catatan