SETELAH penantian beberapa waktu, akhirnya debut yang dinantikan pun tiba.
Di tengah tekanan suporter tuan rumah dan atmosfer panas Stadion Kapten I Wayan Dipta, bintang anyar Persija Jakarta, Mauro Zijlstra, resmi mencicipi kerasnya BRI Super League.
Meski hanya bermain sekitar 16 menit, penyerang muda Timnas Indonesia itu langsung merasakan manisnya kemenangan usai Macan Kemayoran menaklukkan Bali United 1-0, Minggu (15/2/2026) malam.
Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin. Ada cerita debut, adaptasi, hingga persaingan ketat di skuad ibu kota yang kini kembali meramaikan perburuan gelar.
Mauro Zijlstra: “Lebih Banyak Berlari di Indonesia”
Masuk pada menit ke-74 menggantikan Gustavo Almeida, Mauro tak menyembunyikan rasa bangganya. Ia menyebut debut tersebut sebagai momen spesial dalam kariernya.
“Senang bisa melakukan debut saya untuk klub yang indah ini dan mengamankan tiga poin,” tulis Mauro di akun Instagram pribadinya.
Striker 21 tahun itu juga membandingkan atmosfer sepak bola Indonesia dengan kompetisi yang sebelumnya ia lakoni di Belanda bersama FC Volendam di ajang Eredivisie.
Menurutnya, tempo pertandingan di Indonesia terasa berbeda.
“Di sini lebih banyak berlari selama pertandingan,” ujarnya.
Tak hanya soal permainan, Mauro juga menyoroti atmosfer Stadion Dipta yang diwarnai flare, kembang api, hingga lemparan botol dari tribune. Meski begitu, ia justru terkesan.
“Keramaian yang luar biasa. Sangat fantastis,” katanya.
Ricky Nelson: Debut Pertama, Wajar Belum Maksimal
Di balik euforia debut Mauro, asisten pelatih Persija, Ricky Nelson, memilih bersikap realistis. Ia menilai sang pemain masih dalam tahap adaptasi dan belum bisa dinilai secara utuh.
“Ini game pertama buat dia. Jadi pasti dia belum maksimal, karena dia baru beradaptasi juga dengan situasi kompetisi yang sangat ketat ini,” ujar Ricky.
Mauro memang baru diresmikan sebagai pemain Persija pada 5 Februari lalu. Bahkan saat Persija tumbang 0-2 dari Arema FC sebelumnya, ia belum mendapatkan menit bermain.
Namun kemenangan atas Bali United menjadi momentum penting. Tambahan tiga poin membuat Persija kini mengoleksi 44 angka dari 21 laga dan terus menempel papan atas klasemen.
Persaingan Ketat, Shayne Pattynama Belum Jadi Pilihan Utama
Selain Mauro, sorotan juga tertuju pada nama Shayne Pattynama. Bek Timnas Indonesia itu belum menjadi starter reguler di Persija meski berstatus pemain besar.
Ricky Nelson mengungkapkan bahwa keputusan soal komposisi pemain sepenuhnya berada di tangan pelatih kepala, Mauricio Souza.
Dalam beberapa laga terakhir, pelatih asal Brasil itu lebih memilih Dony Tri Pamungkas yang dinilai lebih siap secara performa.
“Persaingan di latihan itu masih head coach kami melihat Dony yang lebih siap,” jelas Ricky.
Ia menegaskan tidak ada jaminan tempat utama bagi siapa pun. Semua bergantung pada performa latihan dan kesiapan jelang pertandingan.
“Semua akan terlihat di latihan. Nanti di home kita belum tahu lagi siapa akan jadi, apakah Dony atau Shayne,” tambahnya.
Momentum Bangkit Macan Kemayoran
Gol tunggal Gustavo Almeida memastikan Persija mematahkan tren negatif di markas Bali United—kemenangan yang terakhir kali mereka raih di sana pada 2018.
Kini, Macan Kemayoran kembali masuk dalam pusaran perebutan gelar. Dengan selisih hanya tiga poin dari puncak klasemen, asa juara kembali terbuka lebar.
Bagi Mauro Zijlstra, debut ini mungkin hanya 16 menit. Namun di tengah ketatnya persaingan dan ekspektasi tinggi publik ibu kota, langkah kecil itu bisa menjadi awal cerita besar bersama Persija Jakarta. (psn/net)
Editor : Petrus