PESONA seorang Eberechi Eze benar-benar telah menyihir para fans Arsenal. Meski belum resmi menjadi pemain The Gunners, pemain yang berposisi gelandang serang itu sudah menjelma jadi idola baru bagi para fans.
Kehadiran Eberechi Eze di Arsenal bukan hanya tentang kualitas di lapangan, melainkan juga soal ikatan emosional dengan para pendukung. Sosoknya kini menghiasi mural di sebuah terowongan dekat Stadion Emirates.
Menurut laporan dari Daily Mail Sport, terdapat seorang seniman bernama Northbanksy yang mengaku sebagai pelukis mural kejutan itu. Dalam karya tersebut, Eze digambarkan mengenakan jersey Arsenal lengkap.
"Saya hanya menangkap semangat yang sedang membara di kalangan fans. Eze itu spesial," kata Northbanksy seperti dikutip dari Daily Mail Sport.
Langkah Arsenal ini terasa menyakitkan bagi rival sekota, Tottenham Hotspur. Setelah 10 hari negosiasi intensif dengan Crystal Palace dengan tawaran GBP 55 juta plus bonus, Spurs tampak akan mengamankan Eze.
Rabu (20/8) malam, Arsenal menyodorkan proposal senilai GBP 60 juta dan langsung mencapai kesepakatan prinsip dengan Palace. Meski demikian, transfer belum rampung.
Jika batal, mural itu bisa jadi akan berubah menjadi pekerjaan bersih-bersih besar-besaran. Biasanya, mural diciptakan untuk menghormati pencapaian luar biasa.
Tahun lalu, Eze sempat tersentuh secara emosional saat wajahnya dilukis di permukiman Bermondsey, dekat kampung halaman, usai masuk skuad Inggris untuk Euro 2024. Kini, tanpa menyentuh rumput Emirates pun, wajahnya sudah jadi simbol harapan baru.
Langkah Arsenal juga dipercepat akibat cedera Kai Havertz, yang bisa absen cukup lama. Pelatih Mikel Arteta dan direktur olahraga Andrea Berta sebenarnya sudah bertemu Eze bulan lalu.
Saat itu, Eze langsung tertarik. Namun, tawaran resmi belum kunjung datang. Eze sendiri merupakan penggemar Arsenal sejak kecil. Ia pernah berada di akademi klub tersebut sebelum dilepas di usia 13 tahun.
"Ada rasa unfinished business. Sekarang semua terasa seperti lingkaran yang kembali menyatu," tulis laporan Daily Mail Sport.
Sementara itu, di kubu Tottenham, suasana muram. Padahal, mereka bahkan sempat menawarkan Richarlison sebagai bagian dari kesepakatan untuk memuluskan langkah.
Namun, Palace bersikukuh agar Eze tetap tersedia untuk laga playoff Conference League melawan Fredrikstad, pada Kamis (21/8) malam. Arsenal memanfaatkan momen tersebut dengan cepat.
Walau sudah lebih dulu menggelontorkan GBP 63 juta untuk Viktor Gyokeres, The Gunners tetap nekat menambah amunisi kiri menyusul krisis lini depan. Melansir laman Daily Mail Sport, Pelatih Palace, Oliver Glasner, tak bisa menyembunyikan situasinya.
Saat ditanya soal Eze dan pemain lain yang dikaitkan dengan transfer, ia menjawab diplomatis. "Mereka akan tetap memainkan peran penting selama masih berada di sini," ujar dia.
Tottenham kini harus mengevaluasi kegagalan mereka lagi-lagi, setelah sebelumnya juga gagal menggaet Morgan Gibbs-White dari Nottingham Forest.
Kini mereka mengalihkan bidikan ke Savinho (Manchester City) dan Yoane Wissa (Brentford), meski kedua klub dikabarkan enggan melepas. Satu hal yang jelas untuk saat ini yaitu di mata publik Arsenal, Eze sudah lebih dari sekadar pemain incaran, melainkan ia sudah menjadi simbol bahkan sebelum mengenakan seragam resmi. (jpc)
Editor : Petrus