KEKALAHAN pahit harus ditelan Barcelona dalam derby Catalunya. Bertandang ke Estadi Montilivi, sang juara bertahan takluk 1-2 dari Girona dalam laga yang penuh drama dan tensi tinggi, Senin malam waktu setempat.
Hasil ini bukan sekadar kehilangan tiga poin, tetapi juga pukulan telak bagi ambisi mempertahankan gelar LaLiga musim ini.
Tim asuhan Hansi Flick sebenarnya sempat berada di atas angin. Unggul lebih dulu dan menciptakan sejumlah peluang emas, Barcelona terlihat siap merebut kembali puncak klasemen.
Namun kegagalan penalti Lamine Yamal menjadi titik balik yang mengubah arah pertandingan secara drastis.
Girona memanfaatkan momentum dengan sempurna. Dua gol balasan di babak kedua membuat publik Montilivi berpesta, sekaligus mengirim pesan keras bahwa perburuan gelar musim ini masih jauh dari kata aman bagi Blaugrana.
Derby Panas di Montilivi
Dalam lanjutan LaLiga, Barcelona harus mengakui keunggulan rival regionalnya, Girona FC, dengan skor 2-1.
Kekalahan ini membuat FC Barcelona tertinggal dua poin dari Real Madrid yang sehari sebelumnya sukses menaklukkan Real Sociedad.
Sejak awal laga, kedua tim tampil menyerang. Intensitas tinggi langsung terasa, mencerminkan panasnya derby Catalunya.
Meski peluang tercipta di kedua sisi, babak pertama berakhir tanpa gol.
Raphinha dan Lamine Yamal mendapat kesempatan emas, namun penyelesaian akhir masih belum maksimal.
Di kubu tuan rumah, Vladyslav Vanat juga beberapa kali mengancam, tetapi belum mampu memecah kebuntuan.
Penalti Gagal dan Gol Pembuka Cubarsi
Momentum besar datang ketika Dani Olmo dijatuhkan di kotak penalti oleh Daley Blind.
Wasit menunjuk titik putih dan Lamine Yamal maju sebagai algojo. Namun tendangan sang wonderkid hanya membentur tiang gawang.
Barcelona akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-59. Bek muda Pau Cubarsi mencetak gol lewat sundulan tajam memanfaatkan umpan silang Jules Kounde.
Gol tersebut sempat memberi harapan bagi tim tamu untuk mengontrol jalannya pertandingan. Namun keunggulan itu tak bertahan lama.
Kebangkitan Girona yang Mengguncang
Girona merespons dengan cepat. Thomas Lemar lolos dari kawalan Eric Garcia dan menyambar umpan Vladyslav Vanat dari jarak dekat untuk menyamakan kedudukan.
Gol tersebut mengubah momentum pertandingan secara signifikan.
Tuan rumah semakin percaya diri dan memaksa kiper Barcelona, Joan Garcia, melakukan sejumlah penyelamatan krusial.
Ia menggagalkan peluang Ivan Martin, Vanat, hingga Joel Roca dalam rentetan aksi heroik yang menjaga asa Blaugrana.
Namun tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil bagi Girona. Pada menit ke-87, Fran Beltran melepaskan tembakan keras dari tepi kotak penalti yang tak mampu dihentikan. Montilivi pun meledak dalam euforia.
Kontroversi dan Emosi di Menit Akhir
Situasi semakin panas menjelang akhir laga. Barcelona sempat memprotes keputusan wasit setelah Kounde dilanggar saat membangun serangan, tetapi tak ada pelanggaran yang diberikan.
Girona harus mengakhiri laga dengan 10 pemain setelah Joel Roca melakukan pelanggaran keras terhadap Yamal di masa tambahan waktu.
Meski demikian, keunggulan tetap bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Pelatih Hansi Flick tampak meminta penjelasan kepada wasit usai laga, sementara para pemain dan suporter Girona merayakan kemenangan bersejarah yang menjaga mereka di papan tengah klasemen.
Pukulan Berat dalam Perburuan Gelar
Kekalahan ini menjadi sinyal bahaya bagi Barcelona dalam perburuan gelar LaLiga. Dengan Real Madrid kini berada di puncak klasemen, setiap kesalahan bisa berakibat fatal.
Jika Blaugrana ingin mempertahankan mahkota, konsistensi dan ketenangan di momen krusial harus segera diperbaiki.
Derby Catalunya kali ini menjadi pengingat keras bahwa persaingan musim ini tak memberi ruang untuk kelengahan sekecil apa pun. (psn/net)
Editor : Petrus