KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Keterlambatan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) menuai sorotan tajam dari masyarakat.
Di media sosial, berbagai komentar bernada kritik hingga sindiran dilayangkan netizen sebagai bentuk kekecewaan publik terhadap kondisi tersebut.
Baca Juga: Bupati Barsel Akhirnya Jelaskan Alasan THR ASN Belum Cair Sampai Awal April 2026
Sejumlah warganet bahkan menyebut peristiwa ini sebagai hal yang belum pernah terjadi sebelumnya di Barsel. Mereka membandingkan dengan masa krisis ekonomi, di mana hak pegawai masih tetap dibayarkan tepat waktu.
“Mantap, inilah sejarah yang sangat ngeri buat Barsel. Dari dulu tidak pernah terjadi, waktu krismon dulu tetap saja gaji dibayar serta tunjangan lainnya, sekarang THR belum dibayar, itu hak para ASN,” tulis akun Mardiani Abung di postingan Facebook Info Kalteng Pos, Kamis (2/4/2026).
Nada sindiran juga terlihat dari komentar lain yang menyebut keterlambatan ini sebagai bentuk kemunduran tata kelola pemerintahan. Bahkan, istilah THR dipelesetkan menjadi singkatan baru oleh warganet.
Baca Juga: THR Idulfitri 1447 H Tak Dibayar Penuh, Menaker Sidak Perusahaan di Semarang
“THR sekarang jadi Telat Hari Raya,” tulis Ivan Stepanus.
Tak sedikit pula yang menilai pemerintah daerah perlu melakukan penyesuaian anggaran secara lebih bijak, terutama dengan memangkas pos belanja yang dianggap kurang prioritas.
“Fokus di pelayanan, yang biasa boros mulai sekarang diubah. Perjalanan dinas, anggaran rapat-rapat dipuasakan dulu,” komentar akun Sprd Di.
Selain kritik, ada pula suara yang mencoba melihat persoalan ini dari sisi lain. Beberapa warganet mengajak untuk memahami kondisi keuangan daerah, meski tetap berharap ada solusi yang tidak merugikan ASN.
Baca Juga: Aduan THR 2026 Meningkat, Menaker Yassierli Minta Para Gubernur Gerak Cepat untuk Menindaklanjuti
“Semoga semuanya bisa mengerti kalaupun ada hambatan proses pencairan THR,” tulis Chun Chun.
Namun, sebagian besar komentar tetap bernada keras. Ada yang mempertanyakan kinerja pemerintah, bahkan menyinggung dugaan persoalan lain di balik keterlambatan tersebut.
“Kalau sesudah hari raya tidak elok disebut THR, terus sebutannya apa?” sindir Teri Yani.
Baca Juga: Ini Dia Panduan Lengkap THR 2026: Penerima, Komponen, dan Cara Menghitungnya
Sebelumnya, Bupati Barito Selatan, Eddy Raya Samsuri, menjelaskan bahwa pembayaran THR mengacu pada regulasi yang memperbolehkan pencairan dilakukan setelah hari raya, terutama akibat adanya penyesuaian anggaran daerah yang cukup signifikan pada tahun 2026.
Meski demikian, derasnya kritik dari masyarakat menjadi sinyal kuat bahwa keterlambatan tersebut tidak hanya berdampak administratif, tetapi juga memengaruhi kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah.
Penjelasan Bupati Barsel
Bupati Barito Selatan, Dr. H. Eddy Raya Samsuri, memberikan penjelasan terkait pembayaran THR bagi ASN tahun 2026 dalam momen Apel dan Halalbihalal di lingkup Pemkab Barsel, Senin (30/3/2026).
“Kita ketahui bersama, tahun 2026 terjadi efisiensi anggaran yang cukup signifikan. Dari sebelumnya sekitar Rp1,79 triliun pada tahun 2025, anggaran Kabupaten Barito Selatan berkurang sekitar Rp408 miliar sehingga menjadi sekitar Rp1,38 triliun pada tahun 2026,” jelasnya. (mif)
Editor : Ayu Oktaviana