BUNTOK – Kobaran api kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Pamangka, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Jumat (28/8/2016), bukan perkara mudah untuk dipadamkan.
Petugas Gabungan dari personel Polres Barito Selatan bersama unsur TNI, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Pamangka.
Di tengah kondisi lahan yang kering yang mudah terbakar, api dengan cepat menjalar dan membuat proses pemadaman berlangsung cukup berat.
Baca Juga: Pembakaran Lahan di Barsel, Remaja Berkebutuhan Khusus Diamankan, Polisi Buru Aktor Intelektualnya
Kepulan asap tebal serta titik-titik api dan sulitnya akses sumber air dan kondisi alam membuat api menyebar menjadi tantangan tersendiri bagi petugas yang berjibaku di lokasi.
Kapolres Barito Selatan AKBP Jecson R. Hutapea bahkan turun langsung memimpin upaya pemadaman bersama para pejabat utama Polres Barsel dan personel tim gabungan.
Setibanya di lokasi, personel piket siaga Karhutla bersama tim gabungan langsung melakukan pengecekan terhadap area yang terbakar.
Pemadaman dilakukan secara terpadu untuk menghentikan pergerakan api agar tidak merambat ke kawasan pemukiman warga.
" Kondisi lahan yang kering membuat kobaran api mudah berpindah, ditambah angin membuat api cepat menyebar bahkan sempat mengepung petugas di lokasi alhasil kita harus bekerja ekstra keras, menyisir titik-titik api dan memastikan bara yang tersembunyi di permukaan lahan tidak kembali membesar," tegas AKBP Jecson R. Hutapea.
Situasi semakin sulit karena kepungan asap mengurangi jarak pandang dan membuat petugas harus berhati-hati saat mendekati sumber api.
Seluruh unsur bergerak bersama dengan membagi tugas untuk mengendalikan kobaran api. Upaya tersebut dilakukan agar api tidak meluas dan mengancam kawasan di sekitar lokasi kebakaran.
" Dengan kondisi medan yang cukup sulit dan material lahan yang mudah terbakar, proses pemadaman membutuhkan tenaga dan waktu lebih. Petugas tidak hanya memadamkan api yang terlihat, tetapi juga melakukan penyisiran untuk mencari titik panas yang masih berpotensi menimbulkan kobaran baru," ujar personel Polres Barito Selatan bersama unsur TNI, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Pamangka.
Sementara itu, Ketua Bhayangkari Cabang Barito Selatan Iryanti Jecson bersama pengurus Bhayangkari turut memberikan dukungan kepada petugas dengan menyalurkan makanan ringan dan minuman.
Dukungan tersebut diberikan untuk membantu menjaga kondisi fisik personel yang harus bekerja dalam kondisi panas, berasap, dan melelahkan.
Kapolres Barito Selatan mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api.
Baca Juga: Gubernur Kalteng Siapkan Rp5 Juta bagi Pelapor Pembakar Karhutla
“ Karhutla bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat. Karena itu saya mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga wilayah kita dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila melihat adanya titik api,” kata AKBP Jecson R Hutapea.
Menurutnya, kecepatan laporan masyarakat sangat penting agar titik api dapat segera ditangani sebelum membesar dan meluas.
Penanganan Karhutla di Desa Pamangka menjadi gambaran beratnya perjuangan petugas menghadapi kebakaran di tengah kondisi lahan yang kering menghanguskan lahan dengan luasan terbakar hingga puluhan hektar.
" Petugas memastikan pemadaman tidak berhenti hanya ketika kobaran api terlihat padam, tetapi dilanjutkan dengan pendinginan dan pemantauan hingga potensi munculnya api kembali dapat diminimalkan. Hingga pukul 19:00 WIB kondisi api sudah dipadamkan namun petugas tetap berjaga karena kemungkinan api bisa kembali menyala kapan saja," tegasnya.
Salah satu warga yang ikut membantu memadamkan api sangat berterima kasih atas kesigapan petugas yang turun langsung memadamkan api di wilayah tersebut, mengingat lokasi kebun semangka miliknya berdekatan dengan lokasi kebakaran.
" Beruntung petugas datang saya khawatir api masuk ke kebun semangka bahkan api tadi hampir mendekati rumah dan sarang walet warga. Warga disini sangat terbantu oleh kesigapan petugas yang bekerja hingga malam untuk memadamkan lahan," tutupnya.(*)
Editor : Agus Pramono