Asap Karhutla dan Kemarau Panjang, Warga Barsel Bersatu Berdoa Meminta Hujan

Agus Pramono • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:13 WIB
Kemarau panjang dan asap karhutla, Polres Barsel bersama masyarakat gelar Doa Lintas Agama.(Humas)
Kemarau panjang dan asap karhutla, Polres Barsel bersama masyarakat gelar Doa Lintas Agama.(Humas)

BUNTOK – Menghadapi kemarau panjang dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu asap pekat di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, Polres Barito Selatan (Barsel) bersama pemerintah daerah dan masyarakat menggelar salat Istisqa serta doa bersama lintas agama, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu ikhtiar spiritual untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar hujan segera turun dan kondisi cuaca membaik di tengah kemarau berkepanjangan.

Salat Istisqa dilaksanakan di halaman Mako Samapta Polres Barsel dengan melibatkan aparatur sipil negara (ASN), personel TNI-Polri, serta berbagai elemen masyarakat.

Sementara itu, doa bagi umat Nasrani dilaksanakan di Aula Restorative Justice, sedangkan umat Hindu beribadah di tempat yang telah disiapkan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung khidmat. Melalui doa bersama tersebut, masyarakat berharap hujan yang turun dapat membantu mengatasi kekeringan sekaligus mendukung upaya penanganan karhutla.

Kapolres Barito Selatan AKBP Eko Mardianto mengatakan, doa bersama lintas agama merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk memohon pertolongan Tuhan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

“Kegiatan ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberikan hujan yang bermanfaat dan penuh berkah. Semoga doa yang kita panjatkan bersama dikabulkan dan kondisi yang dihadapi masyarakat segera membaik,” kata Eko.

Ia menegaskan, upaya menghadapi kemarau panjang tidak hanya dilakukan melalui doa dan ibadah, tetapi juga melalui langkah nyata, seperti penanganan karhutla dan penyaluran air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan agar berbagai upaya penanggulangan dampak kemarau dapat berjalan optimal. Kepedulian terhadap lingkungan dan sesama juga perlu terus diperkuat selama kondisi cuaca belum membaik.

“Tentu semua upaya dilakukan, mulai dari penanganan dan penanggulangan karhutla, penyaluran air bersih kepada masyarakat, hingga ikhtiar kita kepada Tuhan dengan berdoa dan meminta hujan bersama seluruh elemen masyarakat. Semoga dengan ikhtiar ini, khususnya Kabupaten Barito Selatan, senantiasa memperoleh rahmat, keberkahan, keselamatan, serta kondisi cuaca yang membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Barsel berharap semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama semakin kuat. Masyarakat juga diharapkan terus mendukung upaya pencegahan karhutla dan menjaga lingkungan sembari menghadapi kemarau panjang. (*)

Editor : Agus Pramono
doa lintas agama polres barsel kemarau karhutla