Pemkab Barito Utara Genjot Penataan Kota, Pembebasan Lahan Hampir Tuntas

Reno • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 10:30 WIB
Bupati Barito Utara H Shalahuddin ditemani wakil bupati dan sekertaris daerah setelah mengikuti Sidang Paripurna III Masa Sidang III DPRD Barito Utara.(Humas)
Bupati Barito Utara H Shalahuddin ditemani wakil bupati dan sekertaris daerah setelah mengikuti Sidang Paripurna III Masa Sidang III DPRD Barito Utara.(Humas)

MUARA TEWEH - Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus menatap target pembangunan infrastruktur perkotaan dengan menyelesaikan proses pembebasan lahan untuk proyek pelebaran jalan dan pembangunan median di ibukota kabupaten. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan kawasan Muara Teweh yang lebih modern dan nyaman bagi masyarakat.

Bupati Barito Utara H Shalahuddin menyampaikan, progres pembebasan lahan milik sejumlah instansi vertikal telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Bahkan, beberapa di antaranya dinyatakan telah rampung tanpa kendala berarti.

Baca Juga: Bupati Barito Utara Tekankan ASN Disiplin dalam Kerja sebagai Fondasi Tata Kelola Pemerintahan

"Untuk instansi vertikal, sebagian besar sudah selesai. Pengadilan Negeri dan Kementerian Agama sudah selesai. Untuk BRI juga sudah tidak ada masalah, tinggal menunggu proses ganti rugi," ujar Bupati Shalahuddin usai mengikuti jalannya Rapat Paripurna III Masa Sidang III DPRD Kabupaten Barito Utara, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, Bank Kalteng juga telah memberikan izin untuk segera dilakukan pembongkaran setelah proses administrasi dinyatakan lengkap. Hal itu disampaikan orang nomor satu di lingkungan Pemkab Barito Utara tersebut didampingi Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan A Md dan Sekretaris Daerah Drs. Muhlis. 

Sementara untuk lahan yang dikuasai Kepolisian Republik Indonesia, proses administrasi masih berlangsung di tingkat Markas Besar Polri. Surat permohonan telah dilayangkan dan saat ini masih menunggu keputusan resmi dari pimpinan pusat.

"Suratnya sudah masuk dan saat ini masih berproses di Mabes Polri. Kita tinggal menunggu penyelesaiannya," jelasnya.

Bupati menegaskan, pelebaran jalan dan pembangunan median bukan sekadar proyek fisik, melainkan komitmen jangka panjang pemerintah daerah untuk membenahi tata ruang kota. Ia menyebut kondisi median yang eksisting saat ini dinilai belum memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan lalu lintas.

"Median jalan yang ada sekarang belum memenuhi standar sehingga kendaraan harus beberapa kali manuver saat berputar. Nanti akan kita tata kembali agar lebih nyaman, aman, dan mengurangi kemacetan," tegasnya.

Dengan penataan ini, Bupati Shalahuddin berharap Kota Muara Teweh akan memiliki muka baru yang lebih tertata dan representatif. Ia juga optimistis seluruh proses pembebasan lahan dapat tuntas dalam waktu dekat sehingga proyek strategis ini bisa segera direalisasikan bagi kepentingan masyarakat luas.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
bupati shalahuddin pembebasan lahan barito utara tata ruang