Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Tutup Tahun 2576 Kongzili dan Menyambut Imlek 2577 Kongzili, Umat Konghucu di Sampit Panjatkan Doa di Vihara

Agus Pramono • Selasa, 17 Februari 2026 | 10:14 WIB

 

 

Umat Konghucu ibadah Kelenteng Harmoni Kehidupan, Senin (16/2/2026) malam.MIFTQH/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM
Umat Konghucu ibadah Kelenteng Harmoni Kehidupan, Senin (16/2/2026) malam.MIFTQH/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM
SAMPIT – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, suasana khidmat menyelimuti Kelenteng Harmoni Kehidupan, Senin (16/2/2026) malam.

Umat Konghucu di Kota Sampit melaksanakan ibadah tutup tahun 2576 Kongzili sebagai bentuk rasa syukur sekaligus harapan menyongsong tahun baru Imlek 2577 Kongzili.

Rangkaian ibadah berlangsung penuh kekhusyukan. Lilin-lilin merah menyala di altar, doa-doa dipanjatkan dalam suasana tenang, menandai pergantian tahun dalam penanggalan Tiongkok itu. 

Sebelum acara dimulai, kidung pujian kepada Tien (tuhan, red) dilantunkan oleh seluruh umat yang tengah sembahyang. Usai itu, secarcik kertas berisi doa dibuka dan dibacakan. 

Diiringi dengan pembakaran dupa di depan altar. Usai doa dipanjatkan, kertas berisi doa itu kemudian dibakar dan dimasukkan ke dalam wadah khusus untuk menanpung abu dari harapan yang telah ditulis. 

Momentum ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi menjadi refleksi spiritual atas perjalanan satu tahun yang telah dilalui.

Tokoh agama Konghucu Sampit, Wenshi Suhardi, menjelaskan bahwa esensi doa yang dipanjatkan umat berisi ungkapan syukur sekaligus harapan. 

“Esensi doa yang kami panjatkan agar di tahun yang baru, 2577 Kongzili, senantiasa Tien, Tuhan, melimpahkan berkah kasih karunia-Nya sehingga kita dapat melaluinya dengan aman, selamat, damai, dan sempurna,” ujarnya.

Ia menuturkan, ibadah malam tutup tahun dilaksanakan secara bersama-sama, namun juga ada umat yang memilih beribadah secara pribadi. Hal itu, kata dia, merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan umat Konghucu. 

“Ada peribadahan yang dilakukan bersama-sama seperti yang kami laksanakan tadi. Kemudian ada juga umat yang beribadah secara pribadi. Umat Konghucu itu terbagi dua, ada yang aktif beribadah rutin dan ada juga yang beribadah ketika hari raya saja,” jelasnya.

Dalam ibadah tersebut, umat juga membacakan surat doa resmi yang disusun oleh Dewan Rohaniwan Konghucu dan digunakan secara serentak di seluruh Indonesia. 

Isi doa tersebut menekankan rasa syukur atas tahun yang telah dilalui dengan selamat dan sentosa, sekaligus memohon perlindungan dan pemberkahan Tuhan untuk tahun yang akan datang.

“Isi doanya sama di seluruh Indonesia. Pada malam tahun baru itu, tokoh agama Konghucu memanjatkan doa dan harapan yang telah dikonsep dalam satu format.

Yang pertama, kita sebagai umat mengucap syukur atas tahun yang telah dilalui sehingga dapat dengan selamat, aman, dan sentosa. Kemudian berharap memperoleh pemberkahan dan perlindungan Tuhan sepanjang tahun 2577 Kongzili,” ungkapnya. 

Pergantian tahun dalam tradisi Konghucu bukan hanya soal angka dan perayaan, melainkan momentum memperkuat iman, mempererat kebersamaan, dan meneguhkan harapan. (mif)

Editor : Agus Pramono
#Imlek 2577 Kongzili #sampit #tahun kuda api #Konghucu #ibadah