Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Warga Mulai Resah! Pertamina Jelaskan Penyebab Antrean Panjang di SPBU Kobar

Agus Pramono • Selasa, 7 Oktober 2025 | 15:07 WIB
Antrean kendaran di SPBU yang ada di Kobar.SONI/KALTENG POS
Antrean kendaran di SPBU yang ada di Kobar.SONI/KALTENG POS

 

PANGKALAN BUN - Antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di wilayah Kotawaringin Barat (Kobar) membuat masyatakat resah. Saban hari terlihat begitu banyak antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Akibatnya muncul berbagai spekulasi yang terjadi. Mengingat bukan hanya antrean yang panjang, tetapi juga lonjakan harga di beberapa pengecer membuat para warga kesulitan.

Wakil Bupati Kobar Suyanto mengakui bahwa memang kondisi di lapangan saat ini memang terjadi bukan karena adanya penimbunan atau maraknya pelangsir.

Pemerintah sudah mengambil langkah dan tindakan menyikapi masalah ini. Tentunya melakukan koordinasi dengan pihak terkait khususnya Pertamina menanyakan permasalahan yang terjadi.

Berkaitan adanya kelangkaan BBM ini darimana sumber masalahnya. Walaupun mengatasi masalah ini tidak mudah, tetapi peran semua pihak harus ikut terlibat.

Termasuk masyarakat harus punya kesadaran bahwa BBM ini punya umum dan tidak boleh ada yang menguasai sendiri.

"Masalah pelangsir kami masih melakukan koordinasi dengan pihak terkait masalah ini yang selalu menyeruak. Kami upayakan agar nantinya diketahui sumber masalahnya dimana,"katanya.

Sementara itu Ketua DPRD Kobar Mulyadin menegaskan, bahwa kelangkaan ini karena adanya kebijakan baru dari Pemerintah Pusat.

Pihaknya juga akan menggelar rapat koordinasi baik bersama pemerintah dan aparat penegak hukum. Masalah ini bukan kebijakan pemerintah daerah tetapi pemerintah pusat. Informasi yang didapat adalah penyebab kelangkaan karena faktor keterlambataan pengiriman dari kapal atau tangker.

"Kalau kita lihat ini bukan karena adanya pelangsir, tetapi memang faktor distribusi dari Pertamina,"ucapnya.

Sales Branch Manager Kalteng PT Pertamina Patra Niaga Joseph Farel menambahkan, kelangkaan ini memang disebabkan adanya peningkatan demand BBM.

Mengingat beberapa hari ini di wilayah Kobar banyak kegiatan yang mengundang massa yang datang dari mana-mana.

Akibatnya pasokan BBM cepat habis karena bukan hanya warga Kobar saja yang membeli tetapi masyarakat luar Kobar yang datang ikut membeli.

Selain itu juga diakibatkan keterlambatan supply karena faktor cuaca. Tentunya Pertamina sendiri langsung melakukan berbagai langkah dengan Alih supply ke IT Sampit dari 1 Oktober 2025.

Selain itu distribusi BBM yang dibawa kapal dengan cargo sebanyak 1500 Kl Pertamax sudah sampai di FT Pangkalan Bun. Siang ini dipastikan sudah langsung mulai didistribusikan siang ini.

Pihaknya juga menambahkan distribusi BBM sebanyak 2000Kl Pertalite estimasi akan tiba besok pagi. Selain itu perlu menambah jam operasional FT Pangkalan Bun untuk memaksimalkan penyaluran ke SPBU.

"Kami pastikan BBM di Kobar sampai minggu depan aman karena stok sudah sampai Pangkalan Bun. Semuanya sudah siap didistribuskan, masyarakat jangan panik dan resah,"imbuhnya.(son/ram)

Sejumlah akun Facebook membuat penilaian atas tuntutan JPU 10,5 tahun penjara atas terdakwa mantan Bupati Lombok Barat H Zaini Arony untuk kasus LCC.
Sejumlah akun Facebook membuat penilaian atas tuntutan JPU 10,5 tahun penjara atas terdakwa mantan Bupati Lombok Barat H Zaini Arony untuk kasus LCC.
Editor : Ayu Oktaviana
#distribusi bbm #bahan bakar minyak (bbm) #PT Pertamina Patra Niaga #faktor cuaca #kotawaringin barat #pertamina #Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) #kebijakan #pelangsir #kelangkaan BBM #antrean