PALANGKA RAYA - Investasi di Kalimantan Tengah terus menunjukkan tren positif. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalteng melaporkan realisasi investasi Triwulan II Tahun 2025 mencapai Rp5,286 triliun, melengkapi capaian Triwulan I sebesar Rp7,157 triliun.
Kondisi ini sekaligus mempertegas bahwa Kalteng tetap menjadi kawasan yang menarik bagi pelaku usaha.
Penguatan iklim investasi tersebut juga diamini Mantan Kepala Dinas Perkebunan Kalteng, Rawing Rambang, yang menilai stabilitas ekonomi daerah saat ini menjadi bukti kuat bahwa Kalteng adalah wilayah yang aman dan ramah bagi penanaman modal.
“Stabilitas ekonomi ini menjadi bukti pemerintah daerah dan perusahaan telah menciptakan suasana yang aman,”ujarnya beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, Rawing memberikan apresiasi atas komitmen kuat Pemprov Kalteng, khususnya Gubernur dan Wakil Gubernur, dalam mendukung keberadaan dan pengembangan perusahaan-perusahaan kelapa sawit maupun sektor lainnya.
Namun, ia menekankan bahwa dukungan tersebut harus dibarengi dengan tanggung jawab sosial perusahaan.
Perusahaan harus berkomitmen membangun kebun masyarakat minimal 20 persen dari total luas lahan yang mereka kelola, taat membayar pajak, memberdayakan masyarakat lokal.
“Jika masyarakat di sekitar kebun sejahtera, mereka justru akan menjadi garda terdepan dalam menjaga kebun, baik milik perusahaan maupun milik mereka sendiri. Oleh karena itu, kolaborasi yang harmonis sangat penting untuk mencegah kriminalitas dan menciptakan rasa memiliki,”tegas Dosen Ilmu Pertanian Universitas Kristen Palangka Raya ini lagi.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kaltteng Sutoyo, menyampaikan bahwa nilai investasi pada Triwulan II Tahun 2025 sebesar Rp5,286 triliun, menambah perolehan sebelumnya pada Triwulan I yang telah mencapai Rp7,157 triliun.
Perkembangan realisasi investasi daerah pada semester pertama Tahun 2025 menunjukkan capaian yang konstruktif dan patut diberikan apresiasi, meskipun di sisi lain masih terdapat berbagai tantangan yang perlu diidentifikasi dan ditindaklanjuti secara bersama oleh seluruh pemangku kepentingan,” ujar Sutoyo.
Meski demikian, Sutoyo mengungkapkan bahwa angka tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kondisi di lapangan secara aktual.
Ia menyebutkan masih banyak pelaku usaha yang belum optimal dalam melaporkan perkembangan realisasi investasinya.
“Data resmi yang kami terima melalui sistem mungkin belum mencerminkan sepenuhnya kenyataan di lapangan. Banyak pelaku usaha terutama di sektor-sektor besar, yang belum menyampaikan laporan realisasi investasinya secara berkala,” ungkap Sutoyo.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Bambang Irawan, menilai geliat investasi di provinsi ini terus menunjukkan tren positif. Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi bukti kepercayaan investor terhadap potensi besar yang dimiliki Bumi Tambun Bungai.
“Capaian ini patut diapresiasi dan harus dijaga agar investasi terus berkembang serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Bambang, pertengahan November 2025 lalu.
Ia menegaskan, pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas dan kenyamanan dunia usaha melalui kebijakan yang ramah investasi.(ram)
Editor : Ayu Oktaviana