PALANGKA RAYA-Penggunaan es kristal kian marak di masyarakat, seiring meningkatnya kebutuhan minuman dingin, usaha kuliner, hingga kegiatan berskala besar.
Di tengah tren tersebut, aspek keamanan dan kualitas es menjadi perhatian penting, yang dijawab oleh Omah Es Siharat sebagai produsen es kristal higienis.
Direktur Omah Es Siharat, Amalia Rahmawati, menegaskan bahwa kualitas air dan proses produksi menjadi perhatian utama perusahaan, seiring masih minimnya kesadaran masyarakat terkait keamanan es kristal.
Menurut Lia-panggilan akrabnya, selama ini sebagian masyarakat menganggap yang terpenting dari es adalah dingin, tanpa memikirkan asal air dan proses pembekuannya.
Padahal, air yang membeku belum tentu aman dari bakteri.
“Meski dalam keadaan beku, air yang tidak melalui proses pengolahan yang baik tetap berpotensi mengandung bakteri seperti Ecoli, coliform dan salmonela. Kami berusaha untuk menghindari hal tersebut dan kami terus edukasikan ke masyarakat,” ujarnya.
Omah Es Siharat yang berdiri sejak 2022 ini menggunakan sumber air mata air alami Sultan Adam Mandi Angin, Banjarbaru Kalimantan Selatan, yang memiliki PH 7+ dan TDS > 4.
Air tersebut diproses melalui 13 tahapan filter dan telah mengantongi sertifikasi halal, sehingga aman untuk kebutuhan konsumsi.
Dalam operasionalnya, Omah Es Siharat mengandalkan tiga mesin produksi, terdiri dari dua mesin berkapasitas 30 ton dan satu mesin 15 ton. Dari jumlah tersebut, dua mesin digunakan untuk produksi harian, sementara satu mesin disiapkan sebagai cadangan (backup).
“Produksi kami saat ini mencapai sekitar 45 ton per hari, dengan kapasitas maksimal hingga 75 ton,” jelas Lia.
Es kristal yang diproduksi Omah Es Siharat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari minuman, pembekuan daging dan sayuran, hingga mendukung kegiatan berskala besar. Pangsa pasar yang dilayani pun luas, dari pelaku UMKM, kafe, hotel, hingga tempat hiburan malam.
Selain melayani konsumen harian, Omah Es Siharat juga menjadi pemasok bagi sejumlah brand kafe besar dan kerap mendukung event-event besar di daerah.
Di Palangka Raya, para konsumen bisa memesan di ruko Jalan Jati Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut. Pemesanan bisa kapan saja.
Lia menyebut Omah Es Siharat telah bersertifikat BPOM, peralatan produksi menggunakan stainless steel 304, yang aman untuk pangan dan bebas dari risiko kontaminasi karat maupun jamur.
Dari sisi kehigienisan, para pekerja dipastikan menggunakan APD lengkap berstandar. Tiap proses produksi dipastikan sesuai prosedur.
Lebih dari sekadar bisnis, Lia menyampaikan bahwa Omah Es Siharat dibangun dengan filosofi kebermanfaatan.
Nama “Omah” sendiri dipilih karena memiliki makna mendalam. Omah berarti rumah, tempat semua orang berpulang, wadah bagi mereka yang membutuhkan pekerjaan. sekaligus simbol keterbukaan dan kebermanfaatan bagi masyarakat luas. Sementara Siharat, memiliki arti hebat.
“Perusahaan yang hebat adalah perusahaan yang membuka peluang kerja dan memberi manfaat bagi banyak orang. Sehebat-hebatnya seseorang adalah yang bisa bermanfaat,” tuturnya.(ila)
Editor : Ayu Oktaviana