PALANGKA RAYA-Emas saat ini tidak hanya menjadi pelengkap kecantikan, tetapi juga dipandang sebagai media investasi yang menjanjikan.
Harga yang fluktuatif dan cenderung naik membuat banyak masyarakat khususnya kaum perempuan memilih emas sebagai tabungan jangka panjang.
Kondisi tersebut terlihat jelas di kawasan Pasar Besar Kota Palangka Raya, Selasa (20/1).
Sejak pagi hingga siang hari, sejumlah toko emas tampak dipadati pembeli yang datang silih berganti sebagian besar didominasi kaum hawa.
Berdasarkan informasi dari salah satu pemilik toko emas, Zainab, harga emas jenis 999 per 20 Januari 2026 pukul 14.00 WIB mencapai Rp2,6 juta per gram. Sementara emas jenis USA berada di harga Rp2,5 juta 50 ribu per gram.
“Kalau sekarang naik sudah harganya, untuk 999 itu di Rp2,6 juta, kalau USA di angka Rp2,5 juta 50 ribu. Naik Rp50 ribu dari harga awal pas pagi tadi,” ujar Zainab saat ditemui di tokonya.
Ia menjelaskan, kenaikan tersebut terbilang cukup cepat karena terjadi dua kali dalam satu hari. Pada pagi hari, harga emas jenis 999 masih berada di angka Rp2,5 juta 50 ribu per gram, sedangkan emas USA di harga Rp2,5 juta per gram.
Menurut Zainab, fenomena kenaikan harga yang mendadak justru memicu ketertarikan masyarakat untuk membeli. Banyak pembeli yang datang dengan alasan “aji mumpung”, khawatir harga akan kembali melonjak dalam waktu dekat.
“Biasanya kalau sudah naik begini, orang malah tambah ramai beli. Takut besok naik lagi, jadi mereka pilih beli sekarang,” katanya.
Ia menambahkan, sebagian besar pembeli bukan hanya mencari perhiasan untuk dipakai tetapi juga mempertimbangkan nilai investasi. Emas dinilai lebih aman karena mudah dijual kembali dan nilainya relatif stabil dibandingkan instrumen lainnya.
Untuk nilai tukar tambah emas, Zainab mengatakan potongan dikenakan sebesar Rp 50 ribu. Namun potongan untuk jual emas dikenakan potongan sebesar Rp 100 ribu.
Salah seorang pembeli, Rina, mengaku sengaja datang siang hari setelah mendengar kabar harga emas naik sejak pagi. Meski lebih mahal, ia tetap memutuskan membeli karena kebutuhan investasi.
“Memang mahal tapi emas kan jarang turun. Saya beli sedikit-sedikit buat simpanan,” ujarnya singkat sambil memilih gelang emas.
Ia mengaku lebih percaya menyimpan uang dalam bentuk emas dibandingkan hanya menabung tunai.
Dari pantauan di lapangan, aktivitas jual beli di toko emas berlangsung cukup padat. Penjual terlihat sibuk melayani pembeli, sementara beberapa lainnya tampak menunggu giliran dengan sabar.
Zainab menyebutkan, lonjakan pembeli biasanya terjadi saat harga emas mengalami kenaikan signifikan. Situasi ini berbeda ketika harga cenderung stagnan, di mana jumlah pembeli relatif sepi.
Kenaikan harga emas yang terjadi dua kali dalam sehari ini menjadi gambaran bahwa logam mulia masih menjadi primadona di tengah masyarakat Palangka Raya, baik sebagai perhiasan maupun instrumen investasi yang dianggap aman dan menjanjikan.(afa)
Editor : Agus Pramono