Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Cabai Rawit Sentuh Rp100 Ribu, Elpiji Subsidi Rp35 Ribu, Pemprov Kalteng Klaim Harga Bahan Pokok Masih Terkendali

Agus Pramono • Jumat, 6 Februari 2026 | 12:45 WIB
Pemprov Kalteng melakukan pemantauan harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Tahun 2026
Pemprov Kalteng melakukan pemantauan harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Tahun 2026

PALANGKA RAYA—Pemprov Kalteng melakukan pemantauan harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Tahun 2026 di Pasar Besar dan Pasar Kahayan, Palangka Raya, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan ini bertujuan memastikan stabilitas harga pangan serta ketersediaan stok menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Pemantauan di Pasar Besar dipimpin Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, bersama perangkat daerah terkait, dinas teknis, serta Perum Bulog Kanwil Kalteng.

Yuas Elko menjelaskan, komoditas yang dipantau meliputi beras, cabai, bawang merah dan bawang putih, daging, ikan, telur, minyak goreng, gula, tepung, hingga elpiji 3 kilogram, sesuai indikator Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Berdasarkan hasil pemantauan, harga sejumlah komoditas tercatat masih relatif stabil, meskipun beberapa mengalami kenaikan. Harga cabai rawit merah saat ini berada di kisaran Rp100 ribu per kilogram, sementara bawang merah Rp38 ribu per kilogram dan bawang putih Rp37 ribu per kilogram.

Harga ayam ras tercatat Rp40 ribu per kilogram, telur ayam ras Rp28.500 per kilogram, serta daging sapi mencapai Rp140 ribu per kilogram. Untuk komoditas pangan lainnya, harga gula pasir Rp18 ribu per kilogram dan tepung terigu Rp13 ribu per kilogram.

Di sektor perikanan, harga ikan bandeng berada di kisaran Rp35 ribu per kilogram, sedangkan ikan tongkol sekitar Rp38 ribu per kilogram.

Untuk beras, harga beras lokal berada di kisaran Rp13.500 per kilogram, sementara beras SPHP tercatat sekitar Rp62 ribu per kemasan, dengan stok di gudang Bulog Kalteng mencapai 14.437 ton.

Sementara itu, harga Minyakita tercatat Rp15.700 per liter, meskipun di pasaran masih ditemukan harga di kisaran Rp16.800 hingga Rp18 ribu per liter.

“Secara umum harga masih dalam batas wajar, tetapi ada beberapa komoditas yang perlu menjadi perhatian, terutama cabai rawit merah dan minyak goreng,” ujar Yuas.

Ia juga menyoroti harga Minyakita yang berada di kisaran Rp18 ribu per kilogram, mendekati batas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Masih dalam batas wajar, tetapi tetap harus diawasi agar tidak melampaui HET,” katanya.

Selain itu, harga elpiji 3 kilogram di tingkat pengecer ditemukan mencapai Rp35 ribu, jauh di atas harga resmi pangkalan sekitar Rp22 ribu.

“Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita. Idealnya harga di pengecer dibatasi sekitar Rp25 ribu. Jika ada yang melampaui, perlu penindakan sesuai aturan, meskipun kewenangan utama berada di kabupaten dan kota,” tambah Yuas.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng, Agus Candra, menegaskan pihaknya terus memastikan pasokan pangan, khususnya daging beku dan bahan pangan segar, tetap aman menjelang Ramadan.

“Fluktuasi harga menjelang Ramadan merupakan hal yang biasa. Biasanya harga naik di awal puasa, lalu kembali normal setelah satu minggu. Namun kami akan memastikan menjelang Idulfitri tidak terjadi lonjakan signifikan atau melampaui HET,” jelasnya.

Bulog fokus stok dan harga Minyakita dan beras

Disisi lain, Pemimpin Perum Bulog Kanwil Kalteng, Budi Sultika, menyampaikan Bulog fokus mengamankan stok beras dan minyak goreng rakyat (Minyakita).

Pemantauan harga pangan di sejumlah pasar tradisional di Palangka Raya. ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS
Pemantauan harga pangan di sejumlah pasar tradisional di Palangka Raya. ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS

“Kami sudah melakukan pemesanan di tiga pabrik minyak goreng. Distribusi akan dilakukan hingga akhir Februari, dan kami menargetkan dalam dua minggu harga Minyakita kembali sesuai HET,” ujarnya.

Untuk menjaga stabilitas harga, Pemprov Kalteng akan menggelar operasi pasar dan pasar penyeimbang, serta melakukan pemantauan harga harian sebagai bagian dari pengendalian inflasi daerah.

“Kami akan terus mengevaluasi komoditas yang rentan berfluktuasi. Ini bukan hanya kewajiban pelaporan ke pemerintah pusat, tetapi juga bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat,” tambah Yuas.

Pemprov Kalteng berharap sinergi antara pemerintah daerah, Bulog, Pertamina, Satgas Pangan, serta pemerintah kabupaten/kota dapat menekan lonjakan harga dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. (ovi/ala)

Editor : Ayu Oktaviana
#MinyaKita #bulog #cabai #pengendalian inflasi #minyak goreng #harga bahan pokok #bawang merah #lonjakan harga sembako #pertamina #bahan pangan #stabilitas harga pangan #Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) #stok beras #pemprov kalteng #kebutuhan pokok