Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Memasuki Pertengahan Ramadan, Bulog Memastikan Pasokan Minyakita di Sampit Aman dan Terkendali

Agus Pramono • Selasa, 24 Februari 2026 | 16:00 WIB

Kepala Perum Bulog Cabang Sampit, Muhammad Azwar Fuad soal Minyakita. MIFTAH/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM
Kepala Perum Bulog Cabang Sampit, Muhammad Azwar Fuad soal Minyakita. MIFTAH/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM

SAMPIT – Perum Bulog Kantor Cabang Sampit memastikan pasokan Minyakita di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam kondisi aman selama Ramadan. Dalam sepekan terakhir, distribusi dari produsen disebut sudah kembali normal.

Kepala Perum Bulog Cabang Sampit, Muhammad Azwar Fuad, mengatakan pihaknya kini rutin menyalurkan Minyakita ke puluhan pedagang, khususnya di Pasar Keramat.

Sementara itu, distribusi di Pasar PPM masih terbatas. Hingga kini, baru sekitar enam hingga tujuh pedagang yang menerima pasokan. Menurut Azwar, hal itu berkaitan dengan persyaratan administrasi yang harus dipenuhi pedagang sesuai ketentuan Permendag.

“Di PPM memang belum banyak, baru sekitar enam sampai tujuh pedagang yang kami suplai. Persyaratannya cukup ketat, harus punya NIB, NPWP, dan menginput di aplikasi. Mungkin pedagang merasa ribet, tapi karena ini aturan, tetap harus kami edukasi,” jelasnya, Selasa (24/2/2026).

Azwar menegaskan, pedagang yang telah melengkapi persyaratan akan mendapatkan suplai rutin. Saat ini, stok Minyakita di gudang Bulog Sampit tercatat sekitar delapan ribu dus atau setara hampir 90 ribu liter. Namun stok tersebut terus bergerak karena distribusi berlangsung setiap hari.

“Jadi stok terus bergerak dan insyaallah cukup untuk kebutuhan selama Ramadan karena pasokan dari produsen juga terus masuk,” katanya.

Untuk distribusi harian, Bulog menyalurkan sekitar 400 dus Minyakita ke para pedagang. Harga jual dari Bulog ke pedagang ditetapkan Rp14.500 per liter, dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter di tingkat konsumen.

“Kalau kami suplai ke pedagang Rp14.500, dan dijual sesuai HET Rp15.700,” tegas Azwar.

Selain minyak goreng, Bulog juga memiliki stok gula pasir, meski jumlahnya terbatas.

Saat ini persediaan gula sekitar empat ton karena belum ada penugasan khusus dari pemerintah untuk penyimpanan dalam jumlah besar.

Baca Juga: Stok Beras di Bulog Kotim 7.000 Ton, Pasokan Aman Hadapi Ramadan dan Lebaran 2026 untuk Kotim dan Seruyan

“Untuk gula memang stok kami tidak banyak, kurang lebih empat ton. Tapi untuk kebutuhan pasar penyeimbang bersama Disperindag masih cukup dan kami jual sesuai harga acuan pemerintah,” ujarnya.

Sebagai langkah menjaga stabilitas harga, Bulog bersama pemerintah daerah berencana menggelar pasar penyeimbang di Taman Kota mulai besok hingga Lebaran.

“Kami sudah merencanakan mulai besok sampai Lebaran akan ada pasar penyeimbang di Taman Kota untuk membantu intervensi harga,” pungkasnya.(mif/ram)

Editor : Ayu Oktaviana
#Perum Bulog Kantor Cabang Sampit #MinyaKita #harga eceran tertinggi (HET) #PASAR PENYEIMBANG #minyak goreng #pedagang #Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) #distribusi #perum bulog #gula pasir #Pasar PPM #stabilitas harga