SAMPIT – Laju inflasi di Kota Sampit pada April 2026 masih dipicu tekanan harga kebutuhan pokok. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat inflasi tahunan (year-on-year) mencapai 3,65 persen.
Kepala BPS Kotim, Eddy Surahman, menjelaskan kenaikan harga paling terasa datang dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberi kontribusi besar terhadap inflasi daerah.
“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 4,61 persen dan menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap inflasi,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, sejumlah komoditas utama yang mengalami kenaikan harga di antaranya daging ayam ras, ikan nila, beras, serta minyak goreng. Kenaikan pada komoditas tersebut berdampak langsung karena merupakan kebutuhan harian masyarakat.
Meski begitu, tidak seluruh bahan pangan mengalami lonjakan harga. Eddy menyebut ada beberapa komoditas yang justru mengalami penurunan.
“Tidak semua bahan pangan mengalami kenaikan harga. Beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga atau deflasi, salah satunya cabai rawit,” jelasnya.
Secara umum, inflasi tahunan Sampit pada April 2026 tercatat 3,65 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di angka 110,75. Kenaikan harga terjadi di hampir seluruh kelompok pengeluaran.
Selain sektor makanan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatatkan kenaikan paling tinggi, yakni 13,36 persen. Disusul sektor penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 4,02 persen.
Sementara itu, kelompok pendidikan tercatat naik 3,34 persen, transportasi 1,98 persen, penyediaan bahan bakar rumah tangga 1,84 persen, kesehatan 1,52 persen, serta pakaian dan alas kaki 0,57 persen.
Adapun kelompok komunikasi dan jasa keuangan naik 0,34 persen, rekreasi dan budaya 0,29 persen, serta peralatan dan pemeliharaan rumah tangga 0,16 persen.
Untuk inflasi bulanan (month-to-month), April 2026 tercatat sebesar 0,44 persen.
Sedangkan inflasi tahun kalender (year-to-date) mencapai 1,91 persen. (*)
Editor : Ayu Oktaviana