Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Tenang! Stok Beras di Kalteng Aman hingga Akhir Tahun 2026

Novia • Jumat, 22 Mei 2026 | 11:30 WIB
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kalteng, Erwin Budiana, menunjukkan stok beras.Novia/Kalteng Pos
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kalteng, Erwin Budiana, menunjukkan stok beras.Novia/Kalteng Pos

PALANGKA RAYA–Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan stok beras dalam kondisi aman hingga akhir tahun 2026. Dari total cadangan beras yang tersimpan di kompleks pergudangan Bulog, stok yang tersedia saat ini mencapai sekitar 18 ribu ton.

Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan penyaluran bantuan pangan dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), termasuk menghadapi momentum Hari Raya Iduladha yang biasanya diiringi peningkatan permintaan masyarakat.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kalteng, Erwin Budiana, mengatakan dari total stok yang ada, kewajiban penyaluran hingga akhir tahun diperkirakan tinggal sekitar 9 ribu ton. Dengan demikian, Bulog masih memiliki cadangan sekitar 9 ribu ton di luar kebutuhan penyaluran rutin.

“Kalau dibandingkan dengan kebutuhan penyaluran yang masih tersisa, stok kita sangat aman sampai akhir tahun. Itu pun belum ditambah hasil penyerapan beras yang masih terus berjalan,” ujarnya saat ditemui di gudang Bulog Kalteng Jalan Tjilik Riwut Km 7 Palangka Raya, Kamis (21/5/2026).

Ia menjelaskan, untuk program bantuan pangan nasional, Bulog Kalteng mendapat penugasan menyalurkan sekitar 4.100 ton beras. Hingga kini realisasi penyaluran telah mencapai sekitar 2 ribu ton, sehingga tersisa sekitar 2.100 ton lagi.

Sementara untuk program SPHP, Bulog mendapat penugasan menyalurkan 8.500 ton beras. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.900 ton telah tersalurkan dan sisanya sekitar 6.500 ton masih akan digelontorkan ke pasar.

“Artinya total kewajiban penyaluran kita tinggal sekitar 8 ribu sampai 9 ribu ton lagi. Dibandingkan stok yang tersedia sekarang, tentu sangat mencukupi,” katanya.

Selain stok yang tersedia, Bulog Kalteng juga masih terus melakukan penyerapan gabah dan beras petani lokal. Dari target penyerapan setara beras sebesar 15.800 ton tahun ini, realisasinya baru sekitar 7 ribu ton atau sekitar 45 persen.

“Masih ada potensi tambahan penyerapan sekitar 8 ribu ton lagi ke depan,” ungkap Erwin.

Erwin menyebut sebagian besar stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Palangka Raya berasal dari hasil serapan petani lokal, khususnya wilayah Pulang Pisau dan Kapuas.

“Yang di sini mayoritas dari Pulang Pisau. Kalau dari lokasi panen Kapuas biasanya diserap kantor cabang Kapuas,” jelasnya.

Rata-rata penyaluran beras Bulog di seluruh Kalteng saat ini mencapai sekitar 1.654 ton per bulan. Dengan sisa waktu sekitar enam bulan menuju akhir tahun, stok yang tersedia dinilai masih berada pada level aman.

Bulog juga memastikan ketersediaan pangan menjelang Hari Raya Iduladha tetap terjaga untuk mengantisipasi gejolak harga di pasaran.

“Dalam rangka Iduladha, insyaallah stok aman. Kami terus menggelontorkan beras SPHP maupun bantuan pangan,” tegasnya.

Selain menjaga stabilitas beras, Bulog Kalteng juga terus menyalurkan minyak goreng rakyat merek Minyakita. Hingga saat ini, distribusi Minyakita di Kalteng telah mencapai sekitar 5 juta liter.

Erwin menyebut total kontrak distribusi Minyakita mencapai sekitar 5,8 juta liter, sedangkan stok yang masih tersedia di gudang saat ini sekitar 739 ribu liter.

“Yang sudah keluar dari pabrik sekitar 5,53 juta liter. Artinya penyaluran kita sudah hampir 5 juta liter,” katanya.

Bulog memastikan mitra resmi diwajibkan menjual Minyakita sesuai harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter. Namun di lapangan masih ditemukan sejumlah pedagang nonmitra yang menjual di atas HET karena memperoleh pasokan dari distributor lain dengan harga lebih tinggi.

“Kami sudah mengingatkan toko-toko agar menjual sesuai ketentuan. Kalau tetap menjual di atas HET, nanti bisa mendapat teguran dari Satgas Pangan,” ujarnya.

Menurut Erwin, seluruh mitra Bulog sebelumnya telah menandatangani fakta integritas dan surat pernyataan untuk menjual Minyakita sesuai HET serta tidak menyalurkan kembali ke toko lain.

“Kalau melanggar, ada tahapan teguran sampai pencabutan kerja sama,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bulog Kalteng juga menanggapi keluhan masyarakat terkait kualitas beras SPHP yang ditemukan berkutu dan menurun mutunya di sejumlah toko.

Erwin mengakui kejadian tersebut memang ada, namun hasil penelusuran menunjukkan beras telah terlalu lama tersimpan di tingkat pengecer, bahkan mencapai hampir satu bulan.

“Ketika beras disimpan terlalu lama dengan kondisi penyimpanan yang kurang baik, kualitasnya pasti menurun,” jelasnya.

Ia mengatakan Bulog telah meminta toko terkait mengganti beras tersebut dengan stok baru yang masih layak konsumsi. Bulog juga membuka kesempatan bagi pedagang untuk menukar beras lama dengan stok baru apabila kualitasnya sudah menurun.

“Kalau memang sudah tidak layak, silakan dikembalikan ke gudang dan akan kami ganti dengan yang baru,” tegasnya.

Menurutnya, penyimpanan beras memerlukan perlakuan khusus seperti sirkulasi udara, fumigasi, hingga pengendalian hama. Di gudang Bulog, beras bahkan bisa bertahan hingga enam bulan karena melalui prosedur perawatan sesuai standar operasional.

“Kalau di toko penyimpanannya tidak sesuai, sebulan saja bisa muncul kutu. Karena itu kami mengimbau pedagang rutin mengecek kualitas sebelum dijual ke masyarakat,” pungkasnya. (*)

Editor : Agus Pramono
#stok beras kalteng #cadangan beras kalteng #Bulog Kalteng