Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Harga TBS Sawit Anjlok Mendadak, Petani Kotim Mengeluh Pendapatan Tergerus

Miftahul Ilma • Jumat, 22 Mei 2026 | 15:30 WIB
Harga TBS di Kotim anjlok.Miftah/kaltengpos.jawapos.com
Harga TBS di Kotim anjlok.Miftah/kaltengpos.jawapos.com

 

SAMPIT – Wajah para petani kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendadak muram. Harga tandan buah segar (TBS) yang sebelumnya bertahan di level cukup baik, tiba-tiba merosot tajam pada Jumat (22/5/2026). 

Di sejumlah pabrik kelapa sawit, harga pembelian TBS dilaporkan turun hingga ratusan rupiah per kilogram hanya dalam sehari. Kondisi itu langsung berdampak pada pendapatan petani, terutama mereka yang menggantungkan kebutuhan harian dari hasil panen sawit. 

Baca Juga: DPRD Kalteng Soroti Pencurian Sawit dan Pabrik Ilegal, Minta Aparat Bertindak Tegas

Informasi yang beredar di kalangan petani menyebut ekspor sawit ke depan akan dilakukan melalui mekanisme satu pintu yang melibatkan badan usaha milik negara (BUMN). Situasi itu disebut memicu kehati-hatian sejumlah pabrik dalam menentukan harga beli buah dari petani.

Di tingkat pabrik, harga TBS kini berada di kisaran Rp2.550 hingga Rp2.570 per kilogram. Namun harga yang diterima petani melalui pengepul jauh lebih rendah, bahkan ada yang berada di bawah Rp2.000 per kilogram.

Benny, petani sawit di Kotim, mengaku penurunan kali ini termasuk paling besar yang pernah dirasakan dalam waktu singkat. Menurutnya, kondisi tersebut membuat petani mulai khawatir terhadap keberlangsungan biaya operasional kebun.

“Kalau jual lewat pengepul sekarang tidak sampai Rp2.000 per kilogram. Sementara harga di pabrik sekitar Rp2.500-an. Turunnya memang besar sekali,” ujarnya.

Ia mengatakan, biasanya perubahan harga sawit tidak terlalu ekstrem. Dalam kondisi normal, penurunan hanya berkisar puluhan rupiah per kilogram.

“Selama ini paling turun sekitar Rp50 sampai Rp100 per kilogram. Sekarang langsung sekitar Rp600 per kilogram. Bahkan ada kabar bisa turun lagi malam nanti,” katanya.

Baca Juga: Polres Kotim Gagalkan Penyelewengan 8 Ton Pupuk Bersubsidi, Dijual ke Kebun Sawit

Menurut Benny, kondisi tersebut semakin berat karena biaya produksi kebun justru terus naik. Mulai dari harga pupuk, ongkos panen hingga bahan bakar mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

“Petani jelas terbebani. Harga pupuk mahal, BBM juga naik, tapi hasil jual sawit justru turun,” ucapnya.

Keluhan juga datang dari Adib, petani asal Kecamatan Cempaga. Ia menilai penurunan harga sawit menjadi pukulan tambahan bagi masyarakat perkebunan yang sebelumnya sudah terpukul akibat melemahnya harga komoditas lain.

“Masyarakat kecil yang paling terasa dampaknya. Karet turun, rotan turun, sekarang sawit juga ikut jatuh,” imbuhnya. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#bbm #petani sawit #sawit #tandan buah segar #karet