Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Sawit Anjlok, Pendapatan Petani Terancam Amblas, Bupati Kotim Bersuara Keras

Miftahul Ilma • Senin, 25 Mei 2026 | 12:45 WIB
Petani sawit teriak harga sawit turun.Miftah/kaltengpos.jawapos.com
Petani sawit teriak harga sawit turun.Miftah/kaltengpos.jawapos.com

SAMPIT – Anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit mulai membuat petani di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjerit. Kondisi itu turut menjadi perhatian Bupati Kotim Halikinnor. 

Menurut Halikinnor, pemerintah daerah memiliki keterbatasan kewenangan dalam mengatur harga sawit karena kebijakan tersebut berada di tingkat pusat. 

Meski begitu, Pemkab Kotim tetap menyuarakan keresahan petani melalui jalur Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). 

“Pemerintah daerah hanya bisa menyuarakan lewat GAPKI bahwa kondisi ini akan berdampak terhadap pendapatan petani,” katanya, Senin (25/5/2026). 

Ia mengakui turunnya harga sawit membuat beban petani semakin berat, terlebih biaya operasional kebun seperti pupuk masih tergolong tinggi. 

Karena itu, pemerintah daerah mengimbau petani untuk sementara melakukan penyesuaian pengeluaran agar tidak merugi lebih dalam.

“Kami mengimbau petani, paling tidak saat ini penggunaan pupuk bisa disesuaikan dulu, supaya jangan sampai biaya pengeluaran lebih besar daripada hasil yang didapat,” ujarnya.

Berharap Harga Rp5 Ribu/Kilogram

Meski demikian, Halikinnor optimistis kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama. Ia meyakini pemerintah pusat tengah menyiapkan langkah penataan tata niaga sawit agar harga kembali membaik dan petani bisa kembali menikmati hasil yang layak.

“Saya meyakini ini tidak akan lama, karena mungkin pemerintah pusat sedang menata supaya nanti bisa lebih baik,” katanya.

Bahkan, Halikinnor berharap harga sawit ke depan bisa kembali melonjak hingga menyentuh angka ideal bagi kesejahteraan petani.

“Harapan kita kalau perlu harga sawit bisa sampai Rp5.000 per kilogram, sehingga benar-benar bisa menyejahterakan petani kita,” pungkasnya. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#tandan buah segar (TBS) #harga sawit #sawit #kesejahteraan petani #kotawaringin timur