PALANGKA RAYA-Rencana pemerintah pusat menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita menyusul kenaikan harga minyak sawit mentah mulai menjadi perhatian pemerintah daerah.
Berdasarkan hasil pemantauan dan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya, harga minyak goreng rakyat tersebut mulai menunjukkan tren kenaikan HET.
Kepala DKUKMP Kota Palangka Raya, Samsul Rizal mengatakan, hasil sidak yang dilakukan di sejumlah pasar menunjukkan harga Minyakita berada di angka Rp15.700 per liter dibandingkan beberapa hari sebelumnya, terjadi kenaikan sekitar Rp300 per liter.
“Harga Minyakita yang eceran HETnya kan Rp15.700. Di tanggal 8 ini mengalami kenaikan sedikit ya, naik sekitar Rp300,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Samsul Rizal menyebut fluktuasi harga masih menjadi fenomena yang terus dipantau oleh pihaknya. Karena itu, dinas Perdagangan bersama tim pengendalian inflasi terus melakukan pengawasan agar kenaikan harga tidak berlangsung secara signifikan dan memberatkan masyarakat.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Perdagangan berencana memperpendek rantai distribusi Minyakita yang selama ini dinilai terlalu panjang. Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan Perum Bulog agar distribusi dapat berjalan lebih efektif dan harga di tingkat konsumen tetap terkendali.
“Minyakita ini hubungannya dengan Bulog. Rencananya tim ingin memutus rantai distribusi yang terlalu panjang. Jadi tidak melalui beberapa tahapan yang panjang, tetapi langsung dari Bulog bisa masuk ke pasar. Setelah diterima pedagang, langsung bisa dijual sehingga harga-harga itu bisa stabil,” jelasnya.
Pemantauan harga secara rutin akan terus dilakukan untuk memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia dan harga di pasar dapat terjaga menjelang berbagai momentum yang berpotensi memengaruhi inflasi daerah.
Pemerintah Kota Palangka Raya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.(*)
Editor : Ayu Oktaviana