Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Inflasi Kotim Meningkat, Wabup Irawati Sidak Elpiji Subsidi dan Minyakita

Miftahul Ilma • Jumat, 12 Juni 2026 | 13:00 WIB
Wabup Irawati cek persediaan elpiji di sampit. Miftah/kaltengpos.jawapos.com
Wabup Irawati cek persediaan elpiji di sampit. Miftah/kaltengpos.jawapos.com

SAMPIT-Meningkatnya angka inflasi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membuat pemerintah daerah turun langsung ke lapangan. Tim gabungan yang dipimpin Wakil Bupati Kotim, Irawati, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan elpiji dan produsen Minyakiita di PT Sukajadi Sawit Mekar (SSM), Jumat (12/6/2026).

Sidak tersebut dilakukan untuk menelusuri penyebab tingginya harga sejumlah kebutuhan pokok yang berkontribusi terhadap inflasi. Selain itu, tim juga memastikan ketersediaan pasokan sekaligus mengidentifikasi faktor pemicu inflasi yang saat ini mencapai 4,18 persen.

Baca Juga: Gara-Gara Bawang Merah, Inflasi Kotim Meningkat, Bupati Minta Pasokan  Langsung dari Brebes

Dalam sidak itu, Irawati mendatangi dua pangkalan elpiji serta distributor Minyakita di kawasan Bagendang. Hasilnya, harga elpiji 3 kilogram di tingkat pangkalan masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp22 ribu per tabung.

“Kami turun langsung ke lapangan karena elpiji, minyak goreng, listrik, dan bahan bakar rumah tangga merupakan penyumbang inflasi di Kabupaten Kotawaringin Timur. 

Dari hasil pengecekan, elpiji di pangkalan masih dijual sesuai HET, yaitu Rp22 ribu,” katanya.

Meski demikian, ia menemukan persoalan pada rantai distribusi, terutama untuk elpiji dan Minyakita. 

Baca Juga: Kabar Kurang Sedap untuk Ibu Rumah Tangga, Harga Minyakita Mulai Merangkak Naik

Menurutnya, harga di tingkat pengecer sulit dikendalikan karena belum ada aturan yang mengatur batas harga setelah barang keluar dari pangkalan.

“Ada temuan yang harus kita benahi, yaitu penjualan ke pengecer. Karena HET hanya berlaku di pangkalan, sedangkan di pengecer tidak ada ketentuan berapa harga tertinggi maupun terendah,” ujarnya.

Saat meninjau distribusi Minyakita, Irawati mengaku terkejut karena komoditas tersebut masih menjadi penyumbang inflasi di daerah yang merupakan salah satu penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia.

Baca Juga: Pertamax Naik, Berikut Update Harga BBM  10 Juni 2026

Irawati mendapat informasi, diketahui jatah distribusi Minyakita kepada mitra Bulog mengalami penurunan. Jika sebelumnya satu kali pengiriman mencapai 50 dus, kini hanya sekitar 20 dus. Kondisi itu menyebabkan pasokan di pasaran berkurang sehingga harga menjadi lebih tinggi.

“Dulu mitra Bulog mendapatkan sekitar 50 dus setiap pengiriman, sekarang hanya sekitar 20 dus. Kondisi ini membuat pasokan berkurang dan harga di tingkat pedagang menjadi naik,” jelasnya.

Irawati menegaskan pemerintah daerah akan segera menggelar rapat bersama pihak terkait untuk mengevaluasi sistem distribusi dan memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
#MinyaKita #inflasi #elpiji #kebutuhan pokok