Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Harga Elpiji Subsidi Tingkat Pengecer di Sampit Jadi Persoalan

Ayu Oktaviana • Jumat, 12 Juni 2026 | 14:05 WIB
Elpiji subsidi di Sampit disorot. Miftah/kaltengpos.jawapos.com
Elpiji subsidi di Sampit disorot. Miftah/kaltengpos.jawapos.com

SAMPIT –Elpiji menjadi salah satu barang yang menyebabkan tingginya angka inflasi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Hal itu membuat Wakil Bupati Kotim, Irawati, turun ke lapangan. 

Ia bersama tim turun ke pangkalan elpiji Jalan Pangeran Antasari dan Jalan Pelita Barat pada Jumat (12/6/2026) guna memastikan harga gas elpiji 3 kilogram di pangkalan masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp22 ribu per tabung. 

Baca Juga: Inflasi Kotim Meningkat, Wabup Irawati Sidak Elpiji Subsidi dan Minyakita

Dalam sidak itu, ia menyebut harga elpiji subsidi di pangkalan sudah sesuai HET yang ditetapkan. Namun, ia menyoroti tingginya harga yang terjadi di tingkat pengecer.

“Tadi kami turun langsung ke dua pangkalan. Hasilnya, penjualan sudah sesuai HET yaitu Rp22 ribu,” katanya.

Meski demikian, ia menemukan persoalan pada rantai penjualan setelah elpiji keluar dari pangkalan. Menurutnya, belum ada aturan yang mengatur batas harga di tingkat pengecer sehingga harga menjadi bervariasi.

“Yang harus kita benahi adalah penjualan ke pengecer. Karena di sana tidak ada regulasi yang mengatur harus dijual berapa. HET itu adanya di pangkalan,” ujarnya.

Baca Juga: Rupiah Melemah, Harga Bawang hingga Minyak Goreng Merangkak Naik di Sampit

Kondisi tersebut dinilai berpotensi membebani masyarakat karena harga elpiji di tingkat pengecer kerap lebih tinggi dibanding harga resmi pemerintah. Dari informasi yang dilapangan, harga elpiji subsidi di pengecer dibandrol antara Rp30 ribu sampai Rp40 ribu. 

“Pengecer membeli dengan harga HET, tetapi saat menjual kembali tidak ada ketentuan harga tertinggi maupun terendah. Ini yang perlu kita rapatkan agar regulasinya lebih jelas,” jelasnya.

Irawati menegaskan elpiji rumah tangga merupakan salah satu komoditas yang turut menyumbang inflasi di Kotim bersama minyak goreng, listrik dan bahan bakar lainnya.

Baca Juga: Gara-Gara Bawang Merah, Inflasi Kotim Meningkat, Bupati Minta Pasokan  Langsung dari Brebes

“Karena itu kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya dan mencari solusi agar harga tetap terjangkau bagi masyarakat,” tandasnya. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#kotawaringim timur #minyak goreng #inflasi #elpiji