Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Ironis Sekali! Kabupaten Kotim Penghasil Sawit Terbesar, Minyak Goreng Malah Picu Inflasi

Miftahul Ilma • Jumat, 12 Juni 2026 | 15:00 WIB
Stok Minyakita yang ada di distributor Kotim.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)
Stok Minyakita yang ada di distributor Kotim.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)

 

SAMPIT-Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia. Namun ironisnya, minyak goreng justru menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi di wilayah berjuluk Bumi Habaring Hurung tersebut.

Dalam sidak yang dilakukan Wakil Bupati Kotim, Irawati, ke salah satu distributor Minyakita pada Jumat (12/6/2026), ditemukan persoalan distribusi yang diduga menjadi salah satu faktor penyebab tingginya harga Minyak Kita di pasaran.

Baca Juga: Inflasi Kotim Meningkat, Wabup Irawati Sidak Elpiji Subsidi dan Minyakita

Menurut Irawati, stok Minyakita di Kotim sebenarnya dalam kondisi aman. Namun, jalur distribusi yang dinilai terlalu panjang membuat harga di tingkat pedagang menjadi lebih tinggi dan berdampak pada daya beli masyarakat.

“Stok aman, tetapi yang menjadi perhatian kami adalah cara penyalurannya. Jangan sampai terlalu banyak tempat singgahnya. Kalau memang dari produsen langsung ke Bulog dan dari Bulog ke mitra, maka harus dipastikan distribusinya berjalan lancar,” ujarnya.

Ia mengaku heran karena Kotim merupakan salah satu daerah penghasil kelapa sawit terbesar, tetapi minyak goreng justru masih menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi.

Baca Juga: Gara-Gara Bawang Merah, Inflasi Kotim Meningkat, Bupati Minta Pasokan  Langsung dari Brebes

“Saya merasa aneh juga. Kotim ini penghasil sawit terbesar, tetapi minyak goreng justru menjadi penyumbang inflasi. Setelah kami turun ke lapangan, ternyata ada persoalan pada pola distribusinya,” katanya.

Dari hasil pengecekan, Irawati mendapat informasi bahwa jatah distribusi Minyakita kepada mitra Bulog mengalami penurunan. Jika sebelumnya satu kali pengiriman mencapai 50 dus, kini hanya sekitar 20 dus.

Baca Juga: Harga Elpiji Subsidi Tingkat Pengecer di Sampit Jadi Persoalan

“Dulu mitra mendapatkan sekitar 50 dus setiap pengiriman, sekarang hanya sekitar 20 dus. Dari situ kemudian terjadi kelangkaan di tingkat pedagang dan harga menjadi naik,” ungkapnya.

Pemerintah daerah berencana menggelar rapat lanjutan bersama pihak terkait untuk mencari solusi distribusi agar pasokan minyak goreng tetap lancar dan harga dapat dikendalikan.

“Kami akan rapat lagi setelah sidak ini. Fokusnya bagaimana pengaturan distribusi Minyakita kepada mitra yang sudah terdaftar di Bulog bisa lebih baik,” imbuhnya. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#MinyaKita #minyak goreng #inflasi #kotim #kelapa sawit