Alfamart Perkuat Upaya Cegah Stunting Lewat Edukasi Gizi di Hari Anak Nasional, Lengkapi Program Satu Telur Sehari

Agus Pramono • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 10:40 WIB
Momen Hari Anak Nasional, Alfamart gencarkan program STS.(Alfamart)
Momen Hari Anak Nasional, Alfamart gencarkan program STS.(Alfamart)

PALANGKA RAYA– Momentum Hari Anak Nasional menjadi penguat komitmen Alfamart dalam mendukung percepatan penanganan stunting melalui Program Satu Telur Sehari (STS). Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan untuk membantu intervensi gizi anak sekaligus meningkatkan pemahaman keluarga akan pentingnya pola hidup sehat. 

Program yang telah memasuki tahun keempat tersebut menargetkan 2.700 anak terindikasi stunting di 39 kabupaten/kota dengan penyaluran lebih dari 510.000 butir telur selama enam bulan pelaksanaan. 

Alfamart juga melengkapi program tersebut dengan edukasi gizi bagi para orang tua. Langkah ini dilakukan agar intervensi gizi yang diberikan dapat berjalan lebih optimal melalui perubahan pola asuh, kebiasaan makan, serta pemahaman keluarga terhadap pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak dini.

Warga antusias mendengarkan edukasi gizi.(Alfamart)
Warga antusias mendengarkan edukasi gizi.(Alfamart)

Momentum Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli dimanfaatkan Alfamart untuk menghadirkan edukasi langsung dari tenaga kesehatan atau ahli gizi kepada para orang tua penerima manfaat Program Satu Telur Sehari. 

Salah satunya digelar di Kota Palangkaraya, sebanyak 50 anak penerima manfaat bersama orang tuanya mengikuti edukasi gizi di aula Mutiara Hati, Rabu (23/7/2026).

Dalam sesi edukasi tersebut, Nutrisionis Mahir Puskesmas Bukit Hindu, Yuniar Indah Lestari, mengajak para orang tua untuk memanfaatkan pangan lokal sebagai sumber gizi seimbang guna mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah stunting sejak dini.

"Pangan lokal memiliki potensi yang besar untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Melalui Hari Anak Nasional 2026, kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa sehat dimulai dari piring kita sendiri dengan menerapkan pola makan bergizi seimbang sesuai pedoman 'Isi Piringku'," ujar Yuniar.

Nutrisionis Mahir Puskesmas Bukit Hindu, Yuniar Indah Lestari, mengajak para orang tua memanfaatkan pangan lokal sebagai sumber gizi seimbang.(Alfamart)
Nutrisionis Mahir Puskesmas Bukit Hindu, Yuniar Indah Lestari, mengajak para orang tua memanfaatkan pangan lokal sebagai sumber gizi seimbang.(Alfamart)

Jangkauan Program Terus Bertambah dari Tahun ke Tahun

Program Satu Telur Sehari Alfamart menyasar anak usia 1 hingga 3 tahun yang terdata terindikasi stunting berdasarkan pendataan bersama Dinas Kesehatan dan kader Posyandu di masing-masing daerah. 

Selama enam bulan pelaksanaan yang dimulai sejak Mei 2026, setiap anak menerima bantuan satu butir telur setiap hari. Penyaluran dilakukan secara periodik melalui Dinas Kesehatan maupun kader Posyandu setempat sehingga pendampingan terhadap penerima manfaat dapat berjalan secara berkelanjutan.

Perjalanan program tersebut juga menunjukkan peningkatan dampak dari tahun ke tahun. Pada 2022, Alfamart mendistribusikan 177.000 butir telur kepada 1.000 anak di 10 kabupaten/kota.
 
Program kemudian berlanjut pada 2024 dengan penyaluran 103.000 butir telur kepada 591 anak di 12 kabupaten/kota. Setahun berikutnya, jangkauan diperluas menjadi 25 kabupaten/kota melalui distribusi 189.000 butir telur kepada 1.000 anak. 

Sementara pada 2026, program mencapai pelaksanaan terbesar sejak pertama kali dijalankan, dengan distribusi lebih dari 510.000 butir telur kepada 2.700 anak di 39 kabupaten/kota.

General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, mengatakan Program Satu Telur Sehari terus dikembangkan berdasarkan evaluasi dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.

"Program ini terus berkembang dari tahun ke tahun. Perluasan ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas pihak mampu menghadirkan dampak yang semakin besar dalam mendukung upaya penurunan stunting di Indonesia," ujar Rani.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari banyaknya telur yang disalurkan atau luasnya wilayah yang dijangkau, tetapi juga dari perubahan perilaku keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.

Berdasarkan hasil monitoring internal tahun 2025, sekitar 72 persen anak penerima manfaat mengalami peningkatan berat badan sebagai salah satu indikator perbaikan status gizi. Capaian tersebut menjadi dasar Alfamart untuk terus memperkuat kualitas program melalui pendampingan dan edukasi kepada orang tua.

Intervensi gizi akan lebih optimal ketika dibarengi dengan peningkatan pengetahuan orang tua. Karena itu, tidak hanya memberikan telur, tetapi juga menghadirkan edukasi langsung dari para ahli agar keluarga memahami pentingnya gizi seimbang, pola makan yang tepat, serta pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak melalui kegiatan pemberdayaan. 

"Harapan kami, Program Satu Telur Sehari membentuk kebiasaan hidup sehat dalam keluarga dan berkontribusi pada upaya nasional menekan angka stunting," tutup Rani.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
satu telur sehari (sts) hari anak nasional stunting alfamart gizi anak