Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Parade Natal 2025 di Jantung Kalteng: Wujud Kebersamaan Lintas Usia dan Komunitas

Agus Pramono • Senin, 15 Desember 2025 | 10:45 WIB

Peserta Parade Natal 2025 di kawasan Bundaran Besar, Sabtu (13/12/2025). RIFQI/KALTENG POS
Peserta Parade Natal 2025 di kawasan Bundaran Besar, Sabtu (13/12/2025). RIFQI/KALTENG POS
 

 Di tengah terik matahari Palangka Raya, ribuan langkah bergerak perlahan menyusuri kawasan Bundaran Besar. Wajah-wajah kecil berbalut kostum Natal, senyum para guru, orang tua, dan jemaat gereja berpadu dalam satu suasana yang sama: sukacita.

 

M RIFQI PADILA, Palangka Raya

 

PARADE yang dimulai sekitar pukul 13.30 WIB itu diikuti 70 kontingen dengan jumlah peserta hampir 9.000 orang.

Peserta datang dari berbagai latar belakang, mulai dari anak-anak TK hingga orang dewasa, perwakilan sekolah, gereja-gereja dari dalam dan luar kota termasuk Tangkiling, organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, hingga instansi pemerintahn. Mereka terbagi dalam tiga kategori utama: anak-anak, umum, dan mobil hias.

Sejak barisan pertama bergerak, Bundaran Besar tampak semarak. Anak-anak dan remaja tampil mengenakn beragam kostum bertema Natal. Ada yang berbusana Santa Claus, kostum domba, hingga pakaian bernuansa merah, hijau, dan putih.

Sejumlah kontingen membawa pohon Natal hias serta ornamen khas, sementara mobil-mobil hias melintas perlahan, menyedot perhatian warga yang memadati sisi jalan.

Meski cuaca cukup terik, antusiasme peserta tak surut. Sepanjang rute pawai, sorak kecil, tawa, dan lambaian tangan terus mengiringi langkah peserta.

Bagi sebagian anak, ini bukan sekadar tampil di depan umum, melainkn pengalaman pertama merayakan Natal bersama ribuan orang di ruang publik kota.

Gubernur H Agustiar Sabran, yang hadir dan secara resmi melepas parade, menyampaikan bahwa perayaan Natal seperti ini menjadi cermin kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah yang rukun dan damai.

Ia menegaskan, keberagaman bukan alasan untuk saling menjauh, melainkan kekuatan untuk saling menguatkan.

 

“Parade hari ini menjadi bukti bahwa kita bisa hidup berdampingan sebagai satu keluarga besar dalam falsafah Huma Betang,” ujar Agustiar Sabran.

Atas nama Pemprov Kalteng, ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh gereja, organisasi kepemudaan, OPD, dan elemen masyarakat yang terlibat aktif dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Di antara barisan peserta, TK Katolik Santo Yohanes Don Bosco turut ambil bagian dengan tema Tuhan Hadir Menyelamatkan Keluarga. Kepala sekolah, Suster Yudith, mengatakan persiapan dilakukan sekitar satu bulan, dengan keterlibatan orang tua murid yang sangat besar.

“Partisipasi orang tua luar biasa. Ketua komite dan orang tua murid benar-benar terlibat dalam persiapan,” ujarnya.

Kontingen TK tersebut menampilkan parade berjalan dengan berbagai busana, mulai dari pakaian keluarga, pakaian adat, hingga iringan drum band, sebagai wujud sukacita menyambut Natal.

Keceriaan juga datang dari rombongan SD Negeri 6 Langkai. Hilaria Fiona dan Anastasia, dua siswi yang ikut berjalan bersama sekolahnya, tampil dengan kostum bernuansa Santa Claus.

“Pakai baju merah, celana hitam,” ujar Hilaria singkat. Bagi Anastasia, parade tahun ini menjadi pengalaman keduanya setelah ikut pada tahun sebelumnya.

“Ini yang kedua kali,” katanya. Meski tahun depan akan melanjutkan ke jenjang SMP, ia berharap masih bisa kembali ikut meramaikan parade Natal di masa mendatang.

Menjelang sore, satu per satu kontingen menyelesaikan rutenya. Wajah lelah tak mampu menutpi rasa bangga para peserta.

Parade Natal 2025 pun berakhir bukan hanya sebagai perayaan keagamaan, tetapi sebagai penanda kebersamaan bahwa di Palangka Raya, sukacita bisa dirayakan bersama, berjalan berdampingan, dalam damai dan keberagaman.(*/ram)

Editor : Agus Pramono
#agustiar sabran #bundaran besar #kalimantan tengah #gereja #parade natal