Kekayaan alam Kalteng membuktikan potensinya di panggung ilmiah internasional. Siswa SMA Negeri 2 Palangka Raya berhasil menarik perhatian dewan juri dalam ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) 2025 yang digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada 18–21 Desember 2025, melalui inovasi berbasis kearifan lokal bertajuk Uru Nyatu Tea.
DHEA UMILATI, _Palangka Raya_
MENGANGKAT akar Uru Nyatu (Lycopodium cernuum) sebagai bahan utama penelitian. Tim yang terdiri dari Affan Firdaus, Angel Shovi Therecsya Putri, Kheisya Nur Malika, Nadya Putri Endrasari, Namiya Putri, dan Ramadani Zein Alfatih berhasil meraih gold medal pada ajang bergengsi yang berlangsung selama 4 hari tersebut.
Tanaman ini dikenal masyarakat Dayak sebagai tanaman obat tradisional, namun belum banyak dikaji secara ilmiah oleh generasi muda.
“Kami bermaksud memperkenalkan tanaman khas Dayak di Kalteng beserta khasiatnya kepada publik. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mencegah diabetes, khususnya yang disebabkan oleh faktor genetik,” ungkap Affan, Senin (19/1/2026).
Uru Nyatu sendiri bukanlah tanaman asing bagi masyarakat lokal. Secara turun-temurun, tanaman ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat Dayak sebagai ramuan herbal, salah satunya diolah menjadi teh untuk membantu mengontrol kadar gula darah.
“Tanaman Uru Nyatu memiliki nilai kearifan lokal dan sering dimanfaatkan oleh masyarakat suku Dayak. Salah satu bentuk pemanfaatannya adalah dijadikan teh yang dipercaya dapat membantu mengontrol gula darah,” jelas Angel menambahkan.
Melalui pendekatan ilmiah, mereka melakukan uji sampel untuk melihat potensi akar Uru Nyatu sebagai pengatur kadar gula darah alami. Hasilnya menunjukkan temuan yang cukup menjanjikan dan membuka peluang besar untuk pengembangan terapi herbal berbasis sains.
“Berdasarkan hasil uji sampel, akar Uru Nyatu menunjukkan potensi yang menjanjikan. Kandungan senyawa di dalamnya terbukti mampu berkontribusi dalam menstabilkan kadar glukosa darah. Oleh karena itu, teh ini menjadi kandidat kuat sebagai terapi herbal komplementer yang efektif dan aman bagi penderita diabetes,” ujar Kheisya menimpali.
Keunggulan lain dari Uru Nyatu Tea terletak pada kesederhanaan dan keamanannya.
Produk ini hanya menggunakan bahan alami berupa akar paku kawat tanpa tambahan bahan kimia apa pun.
“Keunggulan inovasi kami adalah penggunaan bahan yang sepenuhnya alami tanpa campuran bahan kimia, sehingga efek sampingnya sangat rendah. Teh ini aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan anak-anak, selama sesuai dengan anjuran konsumsi, yaitu 240 mililiter per hari,” kata Namiya.
Dari sisi ketersediaan bahan, lanjut Nadya, Kalteng dinilai sangat mendukung pengembangan produk ini. Kondisi hutan hujan tropis dengan tingkat kelembapan tinggi menjadi habitat ideal bagi tanaman Uru Nyatu.
“Hutan Kalimantan Tengah merupakan hutan hujan tropis dengan kelembapan tinggi, sehingga paku kawat dapat tumbuh dengan mudah. Karena itu, bahan baku relatif mudah ditemukan di Kalteng,” paparnya.
Dalam ajang I2ASPO 2025 yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan FMIPA UGM, mereka tidak hanya mendapatkan apresiasi, tetapi juga masukan penting dari dewan juri untuk pengembangan riset ke depan.
“Juri menyarankan agar kami meneliti lebih lanjut derajat suhu air saat penyeduhan teh, karena suhu dapat memengaruhi efektivitas manfaatnya. Selain itu, jumlah partisipan uji coba juga perlu ditambah hingga minimal 30 orang,” tutur Zein.
Ke depan, mereka berharap agar Uru Nyatu Tea dapat berkembang menjadi produk kesehatan yang legal dan dapat diakses masyarakat luas. Namun, mereka menyadari bahwa proses menuju legalitas membutuhkan tahapan yang panjang.
“Setiap produk minuman di Indonesia memerlukan izin BPOM. Karena persyaratan yang cukup banyak, kami memulainya dari publikasi penelitian. Itulah alasan kami mengikuti kompetisi ini, agar hasil riset kami dikenal dan dapat menjadi langkah awal menuju pendaftaran BPOM,” kata Affan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tujuan utama penelitian ini adalah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan mutu.
“Penelitian ini memang bertujuan menghasilkan produk kesehatan yang bisa dimanfaatkan masyarakat luas. Untuk itu, kami akan melanjutkan penelitian hingga memenuhi standar regulasi dan mendaftarkan produk ke BPOM sebagai jaminan keamanan dan kualitas,” tutupnya. (*/ala)
Editor : Ayu Oktaviana