KUALA KURUN – Wacana penggabungan (regrouping) sekolah yang digagas Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunung Mas memicu penolakan dari guru dan orang tua murid di SDN 4 Tumbang Jutuh, Kecamatan Rungan.
Sekolah dasar yang telah berdiri sejak 1985 itu dikabarkan menjadi salah satu yang terancam ditutup dalam skema penataan ulang satuan pendidikan. Padahal, sekolah tersebut masih memiliki 35 peserta didik aktif.
Kepala SDN 4 Tumbang Jutuh, Unak, menyatakan pihak sekolah maupun wali murid tidak menyetujui rencana tersebut.
“Kami dari pihak sekolah maupun orang tua murid tidak setuju dan tetap ingin SDN-4 Tumbang Jutuh berjalan seperti biasa. Kalau pun tetap ditutup, kami secara tegas menolak,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca, Sabtu (28/2/2026).
Menurut Unak, sekolah yang telah berusia sekitar 40 tahun itu memiliki peran penting bagi masyarakat setempat. Selain menjadi akses pendidikan terdekat, keberadaannya juga menyangkut nasib tenaga pendidik.
“Kalau digabungkan, otomatis guru-guru yang mengajar di sini tidak ada tempat lagi. Kalaupun ada, jaraknya sangat jauh. Karena itu kami tetap mempertahankan hak sekolah ini dan menolak penutupan,” tegasnya.
Penolakan juga disampaikan salah satu orang tua murid, Joni. Ia berharap sekolah tetap beroperasi tanpa ada penggabungan.
“Kepada dinas terkait, dengan adanya wacana penutupan itu kami menolak. Kami sebagai orang tua berharap sekolah ini tetap berjalan dan tidak ada penutupan atau penggabungan,” katanya.
Upaya konfirmasi kepada Kepala Disdikpora Kabupaten Gunung Mas, Aprianto, belum membuahkan hasil. Hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan terkait rencana regrouping tersebut.
Wacana penataan sekolah melalui regrouping umumnya dilakukan untuk efisiensi jumlah siswa dan tenaga pendidik.
Namun di Tumbang Jutuh, kebijakan ini memunculkan kekhawatiran terkait akses pendidikan dan keberlangsungan tenaga pengajar.
DPRD Gunung Mas Soroti Rencana Penutupan
Penolakan juga datang dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Gunung Mas, Singong, menyayangkan langkah Disdikpora yang dinilai tergesa-gesa dalam merencanakan penggabungan sekolah di wilayah Kelurahan Jakatan Raya, Kecamatan Rungan.
“Menurut saya SDN 4 Tumbang Jutuh, Kecamatan Rungan ini cukup strategis, dan penduduk di kecamatan ini otomatis bertambah, sehingga ada kesalahan manajemen dari dinas saja,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Selasa (3/3/2026).
Ia menegaskan sebagai wakil rakyat di Kabupaten Gunung Mas, dirinya tidak setuju jika sekolah tersebut ditutup karena masih banyak solusi lain yang dapat ditempuh.
“Kalau saya jujur dengan tegas tidak setuju dan menolak terkait SDN 4 Jutuh ini akan ditutup ataupun digabungkan, mengingat perkembangan zaman setiap tahun pasti ada kemajuan dan penambahan penduduk,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Anggota DPRD Gunung Mas lainnya, Sahriah. Ia menilai perkembangan di Kecamatan Rungan cukup signifikan sehingga sekolah tersebut masih layak dipertahankan.
“Harapan kami sekolah di SDN-4 Jakatan Raya-Tumbang Jutuh ini jangan sampai digabungkan. Kalau bisa justru ditambah fasilitasnya, sebab saya pernah ke sana, bangunan toiletnya pun tidak diperhatikan pemerintah. Ini yang seharusnya menjadi perhatian,” tandasnya.
Berdasarkan data lapangan, SDN-4 Jakatan Raya-Jutuh direncanakan akan digabungkan ke SDN-2 Jakatan Raya-Jutuh.
Namun dengan jumlah murid yang cukup banyak di kedua sekolah, dikhawatirkan ruang kelas tidak akan mencukupi untuk menampung seluruh siswa.
Hingga kini, polemik regrouping tersebut masih menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. (nya/ala)
Editor : Ayu Oktaviana