PALANGKA RAYA - Selain ancaman karhutla, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalteng mengimbau masyarakat di sejumlah wilayah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada periode 7–13 Agustus 2025.
Prakirawan BMKG Kalteng M. Ihsan, menjelaskan bahwa berdasarkan prakiraan cuaca mingguan, sebagian besar wilayah Kalteng berpotensi mengalami hujan intensitas sedang hingga lebat, terutama pada 9–12 Agustus 2025.
Wilayah-wilayah tersebut antara lain Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, Palangka Raya, Kotawaringin Barat, Sukamara, dan Lamandau.
“Berdasarkan data hujan dua hari terakhir yang terekam oleh alat pemantau seperti ARG, AWS, dan AAWS, masih terdapat hujan ringan di beberapa wilayah Kalimantan Tengah, termasuk sebagian Kapuas, Pulang Pisau, Kotim, Kobar, Murung Raya, Lamandau, dan Barito Timur, dengan intensitas berkisar 0,2 hingga 10,6 mm,” ujar Ihsan, Kamis (7/8/2025).
Lebih lanjut, Ihsan memaparkan bahwa musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung antara 5 hingga 13 dasarian, atau hingga sekitar bulan September–Oktober 2025. Namun, tidak semua wilayah di Kalteng akan mengalami kondisi kering.
Video yang beredar di media sosial, salah satunya di akun Instagram @info_palangkaraya, memperlihatkan banjir merendam rumah warga di Gunung Mas hingga mencapai atap.
Menanggapi hal ini, Ihsan menyebutkan bahwa sebagian besar wilayah Gunung Mas termasuk dalam zona musim tipe 1—yakni hanya mengalami satu musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun.
“Kondisi atmosfer yang labil dan adanya konvergensi di wilayah utara Kalteng turut memicu peningkatan hujan di sana,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPB-PK Provinsi Kalteng, Alpius Patanan, saat dikonfirmasi Kalteng Pos menyatakan pihaknya belum menerima pembaruan data banjir terkini.
“Memang dilaporkan ada banjir di Gunung Mas, tapi data terbaru belum kami terima hari ini,” ujarnya singkat.
Meski sebagian wilayah diguyur hujan, BMKG Kalteng tetap mengingatkan masyarakat akan potensi karhutla, terutama di wilayah yang mulai memasuki fase kering. Pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apapun.
“Kami mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem dan perubahan musim. Terutama kebakaran hutan dan lahan yang dapat terjadi dengan mudah di wilayah yang sudah kering,” tegas Ihsan. (zia/ovi/ala)