NANGA BULIK-Permasalah kepengurusan Gabung Kelompok Tani Sepakat Bahaum Bakuba (Gapoktanhut SBB) hingga kini terus bergulir, mayoritas anggota menginginkan adanya perubahan di tubuh pengurus Gapoktanhut.
“Kami ingin adanya perubahan, karena tidak ada transparansi dari pengurus, sejak awal berdiri sampai sekarang SHM yang didapat anggota bukannya lebih baik malah terus berkurang,” kata perwakilan anggota Gapoktanhut SBB, Nicky.
Selain itu kepengurusan Gapoktanhut SBB yang saat ini dipimpin oleh Aprina Maya Rosilawati, dianggap semena-mena dalam menjalankan kepengurusan lantaran tidak mau mendengarkan masukan dari para anggota.
“Kami sejak lama menyampaikan keberatan, termasuk masalah SHM, bahkan sampai beberapa kali berkirim surat, namun kenyataannya sampai sekarang usulan kami tidak pernah didengar oleh pengurus,” jelasnya
Selain itu, sejumlah anggota juga meminta agar Pemerintah bisa turun tangan membantu menyelesaikan permasalahan ini dengan memediasi anggota Gapoktanhut SBB.
“Pemda juga jangan cuma diam melihat ini, permasalahan sudah sejak lama, tapi tidak ada penyelesaian mau sampai kapan kita seperti ini,” jelasnya.
Nicky menjelaskan, bahwa saat ini sebagian anggota masih menahan diri karena menghormati proses dan tanggapan dari pihak pengurus dan Pemda sebagai pengawas.
“Pemda harus hadir disini memediasi anggota, jangan sampai nanti dilapangan kami ribut dulu, baru Pemerintah hadir,” tegasnya. (lan/ala)
Editor : Ayu Oktaviana