Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Update Terbaru, Empat Kabupaten di Kalteng Dilanda Banjir dan Ratusan Warga Terdampak

Ayu Oktaviana • Kamis, 18 September 2025 | 08:42 WIB
Warga yang tinggal di kawasan Jalan Anoi, Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya beraktivitas menggunakan perahu karena permukinan mereka terkepung banjir, Kamis (13/3/2025).ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS
Warga yang tinggal di kawasan Jalan Anoi, Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya beraktivitas menggunakan perahu karena permukinan mereka terkepung banjir, Kamis (13/3/2025).ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS

PALANGKA RAYA – Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir memicu banjir di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng). Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng mencatat, hingga Selasa (16/9/2025, banjir melanda empat kabupaten, empat kecamatan, dan 13 desa dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 75 sentimeter.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBPK Kalteng, Alpius, menyebutkan wilayah yang terdampak meliputi Kabupaten Lamandau, Kotawaringin Barat, Barito Utara, dan Kotawaringin Timur.

“Berdasarkan data dari BPBD kabupaten/kota, ada empat wilayah yang saat ini dilanda banjir. Ketinggian airnya bervariasi, mulai 10 sampai 75 sentimeter,” ujarnya, Rabu (17/9/2025).

Ia menjelaskan, di Kabupaten Lamandau, banjir melanda satu kecamatan dan tiga desa. Tercatat 119 kepala keluarga atau 411 jiwa terdampak, dengan 10 kepala keluarga atau 25 jiwa di antaranya harus mengungsi karena rumah mereka terendam.

“Di Lamandau juga ada 11 rumah yang terendam, satu jembatan atau jalan yang rusak, serta tujuh tenda pengungsi yang sudah didirikan. Ketinggian air di sana sekitar 15 sampai 50 sentimeter,” terang Alpius.

Sementara di Kabupaten Kotawaringin Barat, banjir merendam satu kecamatan dan tiga desa. Dampaknya meliputi empat titik jalan serta enam rumah warga dengan ketinggian air antara 35 hingga 60 sentimeter.

Kondisi lebih serius dialami Kabupaten Barito Utara. Menurut Alpius, di wilayah ini banjir melanda satu kecamatan dan empat desa dengan total 206 kepala keluarga terdampak. “Tiga fasilitas pendidikan ikut terendam, bersama satu rumah warga. Di Barito Utara, genangan air bahkan mencapai 75 sentimeter,” jelasnya.

Sedangkan di Kabupaten Kotawaringin Timur, banjir juga melanda satu kecamatan dan tiga desa. Meski belum ada data rinci jumlah rumah terdampak, ketinggian air tercatat sekitar 10 hingga 50 sentimeter.

Alpius menegaskan, sebagian warga yang terdampak masih bertahan di rumah masing-masing, kecuali di Lamandau di mana sejumlah keluarga harus mengungsi.

“Tim gabungan terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan bantuan logistik dan fasilitas darurat segera disalurkan,” katanya.

Pihaknya mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai maupun daerah rawan genangan agar tetap waspada.

“BMKG sebelumnya sudah mengingatkan potensi hujan lebat masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan. Karena itu, kami minta masyarakat berhati-hati, segera mengamankan barang-barang penting, dan melapor jika kondisi air semakin tinggi,” pungkasnya.

Beberapa waktu lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Kalteng untuk meningkatkan kewaspadaan seiring masuknya musim penghujan. Berdasarkan surat peringatan dini yang dikeluarkan BMKG, wilayah Kalteng berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sejak 13 hingga 19 September 2025.

Peringatan tersebut ditujukan kepada sejumlah pihak, termasuk BNPB dan Pemerintah Provinsi Kalteng, agar dapat mengambil langkah antisipasi guna mencegah potensi kerugian sosial dan ekonomi.

“Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Kalimantan Tengah selama periode 13–19 September,” demikian tertulis dalam surat BMKG yang ditandatangani Plt. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.

Dikonfirmasi lebih lanjut, pihak BMKG Kalteng melalui Prakirawan R. Alfandy membenarkan informasi tersebut dan menegaskan bahwa kondisi hujan sudah dirasakan sejak beberapa hari terakhir.

“Untuk tanggal 17, 18, dan 19 September ini, Kalteng tetap waspada potensi hujan ringan hingga sedang,” jelasnya.

Secara geografis, wilayah yang paling sering diguyur hujan berada di Kalteng bagian utara, seperti Kabupaten Murung Raya, Gunung Mas, Katingan bagian utara, Kotawaringin Timur bagian utara, dan Seruyan bagian utara. Daerah-daerah ini termasuk tipe 1 musim atau wilayah yang lebih dominan mengalami musim hujan.

“Saat ini Kalteng sudah resmi memasuki musim penghujan. Dalam sehari, hujan bisa turun hingga dua kali, dengan durasi antara 30 menit sampai 2 jam, bahkan lebih lama, tergantung kondisi atmosfer,” tambahnya.

BMKG mengingatkan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan, hingga tanah longsor di daerah rawan.

"Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap siaga, menjaga kebersihan saluran air, serta menghindari aktivitas di luar rumah saat hujan deras berlangsung," ucapnya.

Selain itu, warga juga dianjurkan untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG agar dapat menyesuaikan aktivitas harian dan meminimalkan risiko kerugian akibat kondisi cuaca ekstrem.(zia/ram)

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Ayu Oktaviana
#curah hujan tinggi #Lamandau #kerugian #musim hujan #bantuan logistik #banjir #Ketinggian Air #kalimantan tengah #potensi hujan lebat #barito utara #tanah longsor #fasilitas pendidikan #fasilitas darurat