KILANG Pertamina Refinery Unit (RU) II Dumai kembali terbakar, Rabu malam (1/10/2025) pukul 21.15 WIB.
Api terlihat menyala dari salah satu bagian bangunan kilang, dengan gumpalan asap tebal.
Terdengar pula suara dentuman keras, suara alarm dan sirene, serta teriakan warga yang panik.
Dentuman yang keras menimbulkan getaran kuat yang dirasakan oleh masyarakat di sekitar lokasi kejadian.
“Tadi (Rabu, red) sekitar pukul 21.15 WIB. Warga di sekitar langsung dievakuasi,” kata seorang warga Marsa kepada Riau Pos, Rabu (1/10/2025).
Marsa mengaku berada di sekitar lokasi melihat peristiwa kebakaran tersebut mulai terjadi.
Sementara itu, Khairul Amri, warga Jalan Ombak, Dumai Barat yang rumahnya berjarak sekitar 1,5 kilometer dari lokasi mengaku merasakan getaran akibat dentuman keras. Ini juga membuat warga berhamburan keluar dari rumah.
“Sekitar pukul 21.00 WIB ada terdengar dentuman. Api besar, damkar langsung turun. Warga juga banyak yang panik keluar rumah. Sekitar satu jam lebih baru api bisa dipadamkan,” ujarnya.
Pantauan di lapangan, sekitar pukul 20.30 WIB terlihat asap menggumpal di areal tengah kilang.
Beberapa saat kemudian terdengar suara seperti semprotan, bukan ledakan, lalu api muncul dan membubung tinggi.
Kilang Dumai merupakan kilang pengolahan minyak terbesar ketiga di Indonesia dengan tingkat kompleksitas/NCI 7.5. Kilang ini memiliki kapasitas total sebesar 170 MBPOD dengan output produk yaitu solar, avtur, pertalite, pertadex, MFO-LS, LSFO, UCO, NBF, smooth fluid, elpiji, dan green coke.
Dua tahun lalu, tepatnya pada Sabtu malam, 1 April 2023, sebuah ledakan dan kebakaran juga mengguncang objek vital ini. Sembilan pekerja di ruang operator dilaporkan mengalami luka-luka akibat terkena pecahan kaca.(jpg/abw)
Editor : Ayu Oktaviana