Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Kapal Tenggelam di Ujung Pandaran, Kapten Kapal Diselamatkan Nelayan, 3 Awak Masih Pencarian

Agus Pramono • Kamis, 9 Oktober 2025 | 19:26 WIB
Penyelamatan korban kapal temggelam di Ujung Pandaran
Penyelamatan korban kapal temggelam di Ujung Pandaran

SAMPIT– Sejumlah nelayan di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diketahui berhasil menyelamatkan seorang kapten kapal di laut lepas.

Dalam video yang beredar Kamis (9/10/2025) kapten kapal itu tampak kelelahan usai terombang-ambing di tengah laut.

“Aku ni kapten. Kapalku bocor,” ujarnya dalam video tersebut.

Melihat kondisinya yang lemah pria dalam video itu menyuruh kapten kapal yang ditemukan tersebut untuk beristirahat.

Pria paruh baya itu mengatakan, kapalnya mengalami kebocoran sejauh tiga mil dari bibir pantai.

Sambil menunjuk arah kapalnya yang karam, pria yang mengaku berasal dari Sampit itu menyuruh nelayan yang menolongnya untuk mengambil minyak dari tangki kapal yang tenggelam.


“Dari utara tiga mil. Itu banyak minyaknya itu. Sedot. Aku ni tinggal di Sampit,” katanya kepada nelayan yang merekam kejadian tersebut.
Para nelayan itu menyadari ada seseorang terombang ambing dilaut usai mereka melihat tangki minyak. Hal itu dibarengi dengan suara minta tolong.
“Jaka ulun (saya, red) kada mendangar itu tadi dan mendangar suara tu tadi. Kada tahu,” kata perekam video.

Kronologi versi Basarnas

Terkait hal itu, Kasubsi Operasi Basarnas Palangka Raya, Maulana Abdillah, mengatakan dalam laporannya, pria yang ditemukan oleh nelayan merupakan kapten kapal Tug Boat Datine 138 bernama Ode (61).

Kapal tersebut diketahui berangkat dari Sampit menuju Kapuas pada Senin (6/10/2025) pukul 16.00 WIB dengan empat orang di atas kapal.

Namun, kapal mengalami kebocoran pada keesokannya.

“Pada tanggal 7 Oktober sekitar pukul 02.00 dini hari, kapal mengalami kebocoran dan akhirnya tenggelam” ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp Kamis (9/10/2025) malam.

Berdasarkan laporan, saat kapal tenggelam, seluruh awak kapal sempat menyelamatkan diri menggunakan life jacket dan lifecraft.

Namun, hanya kapten kapal yang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh nelayan Ujung Pandaran.

Tiga awak masih pencarian

Sementara tiga awak lainnya masih dalam pencarian.
“Kapten kapal ditemukan nelayan dan dievakuasi ke Pagatan. Sementara 3 orang masih belum ditemukan sehingga membutuhkan bantuan SAR,” ucapnya.

Mereka yang masih dalam pencarian adalah Pujiono yang merupakan Kepala Kamar Mesin (KKM), Cahyo yang menjadi juru mudi, dan Agus yang merupakan seorang pengawal kapal.

Pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Sampit dan ABK KN SAR 305, Pos AL Pagatan, Pos AL Samuda, Pos Marnit Polair Polda Kalteng, Pos Polair Polres Kotim, serta bantuan dari nelayan sekitar.

Dirinya menyebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotim dijadwalkan akan melakukan penyisiran tambahan di sekitar pantai Ujung Pandaran, Jumat (10/10/2025).

“Besok BPBD Kotawaringin Timur melakukan penyisiran di pantai Ujung Pandaran,” imbuhnya. (mif/ram)

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post
Editor : Agus Pramono
#sampit #kapal tenggelam #basarnas #Ujung Pandaran #kapten kapal