Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Kalapas Palangka Raya Beberkan Motif dan Kronologi Pemukulan terhadap Napi Hendra Jaya Pratama

Agus Pramono • Selasa, 6 Januari 2026 | 11:30 WIB
Kalapas Hisam Wibowo (baju hijau) didampingi KPLP Muh Alamsyah (tengah) dan Kasi Tamtib, Pirhan.AGUS JAYA/KALTENG POS.
Kalapas Hisam Wibowo (baju hijau) didampingi KPLP Muh Alamsyah (tengah) dan Kasi Tamtib, Pirhan.AGUS JAYA/KALTENG POS.

PALANGKA RAYA- Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Palangka Raya Hisam Wibowo memberikan keterangan terkait Kabar peristiwa pemukulan yang dialami seorang napi Hendra Jaya Pratama yang dilakukan oleh sejumlah napi lain akhir Desember 2025.

Hisam menerangkan bahwa motif pemukulan terhadap korban H terjadi murni berlatar belakang adanya persoalan pribadi antara korban dengan para pelaku pemukulan tersebut.

“Itu murni masalah pribadi, tidak hubungan antar kelompok, kami tidak menemukan itu,”kata Hisam yang saat memberikan keterangan didampingi KPLP Lapas Palangka Raya, Muhammad Alamsyah dan Kasi Kamtib Pirhan S, Senin (5/1/2026).

Kalapas juga memastikan bahwa pihaknya sudah melakukan tindakan cepat dalam penanganan kasus ini baik kepada korban maupun para pelaku pemukulan tersebut.

Dua orang napi yang menjadi pelaku utama peristiwa pemukulan terhadap Hendra adalah berinisial Japang dan Amat saat ini sudah di tahan di ruangan isolasi khusus yang ada di dalam Lapas Palangka Raya.

“Sementara korban sendiri saat ini sudah dirawat di rumah sakit untuk menjalani pengobatan,”sebutnya.

Kronologi peristiwa

Kalapas pun menceritakan kronologis kejadian pemukulan terhadap Hendra terjadi pada hari Minggu 28 Desember 2025 sekitar pukul 08.30 Wib itu saat para warga binaan sedang melakukan kegiatan rutin seperti biasa.

Hendra merupakan seorang warga binaan yang merupakan penghuni di blok sel maksimum keluar dari selnya dan berniat berangkat beribadah ke gereja yang ada di dalam lapas.

“Memang pada hari Minggu bagi para napi yang beragama Nasrani di berikan kebebasan untuk menjalankan ibadah di gereja,”terang Hisam yang mengatakan bahwa bangunan gereja sendiri terletak di samping bangunan penjara blok C.

Baru beberapa saat H keluar dari bloknya tiba-tiba petugas jaga yang bertugas di blok maksimum mendengar suara keributan dari luar blok.

Petugas jaga yang menengok keluar dari dalam blok melihat Hendra yang sedang berlari menuju ke arah sel penjara di blok C karena di kejar beberapa orang napi lain yang ada di sel penjara blok B.

Saat sampai di depan blok C, Hendra sempat terjatuh hingga dirinya sempat dipukuli oleh sejumlah napi.

Melihat kejadian itu Petugas jaga yang ada termasuk juga KPLP Muhammad Alamsyah yang kebetulan saat itu memang sedang berada di ruangan kerjanya yang letaknya tidak jauh dari lokasi kejadian langsung bertindak datang melerai perkelahian itu.

“Kejadian nya itu spontan dan cepat, gak sampai sekitar 2 menit sudah terkendali langsung berhasil kami lerai,“ kata Kalapas yang dibenarkan Alamsyah.

Hendra sendiri langsung ditolong oleh petugas jaga dengan dibantu beberapa orang napi dengan membawa korban ke klinik yang ada di lapas untuk dilakukan perawatan.

“Pas pada saat kejadianpun para petugas langsung menuju ke lokasi , kejadian itu gak sampai dua menit, sekitar satu menit lewat lah dan langsung sudah berhasil dilerai, petugas pun juga dengan sigap membawa Hendra ke klinik,“kata Alamsyah menambahkan keterangan dari Kalapas .

Keterangan Alamsyah ini sekaligus mengklarifikasi kabar yang sempat beredar terkait tuduhan adanya pembiaran terjadinya pemukulan tersebut oleh petugas jaga dan adanya petugas jaga yang terlibat ikut melakukan pemukulan terhadap Hendra .

“Dari penyidikan kita termasuk keterangan Hendra sendiri saat dirawat di klinik tidak ada itu. Kalau saja terlambat di lerai mungkin bisa fatal, bisa mati dia (Hendra, red),“terang KPLP memberikan tambahan penjelasan terkait kronologis kejadian.

Setelah kejadian pemukulan itu, Hisam mengatakan dirinya langsung memerintahkan kepada anak buahnya untuk melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam kejadian pemukulan tersebut.

“Semuanya, baik petugas yang ada disitu, para napi yang ada di situ semuanya kita mintai keterangan termasuk juga melihat dari rekaman CCTV saat kejadian,”ujarnya.

Dari rangkaian hasil pemeriksaan itulah akhirnya terungkap pelaku utama pemukulan terhadap Hendra ternyata adalah dua orang napi yang disebutkan di atas tadi.

Motif dendam lama

Disebutnya bahwa Kedua napi tersebut memiliki motif dendam pribadi terhadap korban sejak mereka sama sama berada di Rutan kelas IIA Palangka Raya.

“Masalahnya dendam pribadi karena ada masalah sejak mereka di rutan, mereka ada yang sempat jadi tamping (Tahanan pendamping) tapi sakit hati karena dipecat jadi tamping gara-gara ulah si Hendra,” jelas kalapas.

Di katakannya bahwa korban yaitu Hendra sendiri memang dikenal sebagai sosok pribadi yang kurang disukai sesama para warga binaan baik saat dirinya di Lapas Palangka Raya maupun ketika dirinya masih menjalani hukumannya di Rutan Palangka Raya.

“Dari hasil assessment kami saat awal napi ini masuk ke lapas Palangka Raya memang dia termasuk kategori napi high risk (berisiko tinggi) karena dia sepertinya punya banyak musuh, itu juga yang menjadi dasar selama ini dia di tempat kan di blok maksimum demi keamanan dia sendiri,”tegas Kalapas.

Hisam juga menegaskan bahwa pihak lapas yang dipimpinnya bersama sama dengan pihak Kanwil Ditjen PAS Kalteng akan bersikap profesional dan terbuka dalam menyelidiki kasus pemukulan napi ini dengan tuntas.

Disebut oleh pria yang baru sekitar 4 bulan menjabat sebagai kalapas ini bahwa sikap profesional dan keterbukaan itu merupakan bagian dari tanggung jawab pihak lapas dalam menjaga kondisi keamanan yang kondusif di dalam lapas.

“Di dalam lapas ini dihuni sekitar 600 orang warga binaan dan kami punya tanggung jawab menjaga keamanan di dalam, itu tanggung jawab kami juga,”kata Hisam yang mengaku dirinya bersyukur kondisi keamanan di dalam lapas yang saat ini memang tetap tertib, aman terkendali .

Terkait kabar informasi bahwa pihak keluarga korban Hendra sudah membuat laporan pengaduan ke polisi terkait peristiwa pemukulan tersebut, Hisam pun menyatakan bahwa pada dasarnya pihaknya mempersilahkan apabila pihak keluarga memang ingin melaporkan kejadian tersebut.

“ Kalau memang ingin di laporkan dan pihak penegak hukum ingin melakukan penyelidikan ya kita welcome saja,“ Kata Hisam sebelum mengakhiri seluruh keterangannya.(sja/ram)

Editor : Ayu Oktaviana
#warga binaan #Ditjen pas Kalteng #napi #petugas lapas #kronologis kejadian #Pelaku Pemukulan #palangka raya #lapas #pemukulan #lapas palangka raya #perkelahian #Rutan Kelas II A Palangka Raya #ruang isolasi #sel penjara #dendam pribadi #Rutan Palangka Raya