KASONGAN-Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk area Pasar Kasongan Lama, Kabupaten Katingan.
30 rumah warga dan bangunan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Katingan dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Badar habis terbakar sementara tercatat terdampak kebakaran yang terjadi sekitar pukul 21.30 itu.
Berdasarkan laporan sementara pihak kelurahan, api diduga pertama kali muncul dari bagian belakang Warung Acil Ulau sebelum dengan cepat merambat ke bangunan di sekitarnya.
Di sekitar lokasi dipenuhi tumpukan sampah, dan jarak antarbangunan rumah kayu sangat dekat membut api cepat berkobar.
Ditambah lagi hembusan angin kencang menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran api dan menyulitkan upaya pemadaman pada awal kejadian.
Warga setempat sempat berupaya memadamkan api secara manual menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. Namun, dalam waktu singkat kobaran api terlanjur membesar dan menghanguskan sejumlah bangunan.
“Api cepat membesar karena lingkungan sangat padat dan angin cukup kencang. Warga panik, tapi langsung bergotong royong membantu pemadaman,” ujar salah satu warga yang berada di lokasi kejadian.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Katingan, Yoshua Paskaputra, saat dikonfirmasi awak media menjelaskan bahwa kebakaran diduga kuat dipicu oleh gangguan kelistrikan.
“Kami menerima laporan sekitar pukul 21.30 WIB. Berdasarkan keterangan warga, api berasal dari salah satu rumah akibat korsleting listrik. Dampaknya cukup luas, sekitar 30 rumah warga dan satu gedung Sekolah MTs Al Badar habis terbakar,” ungkapnya.
Dampak Kerusakan Luas
Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya 30 bangunan dilaporkan hangus terbakar. Bangunan yang terdampak meliputi rumah warga serta kios dan toko di area pasar. Selain itu, fasilitas pendidikan juga tidak luput dari amukan api, di antaranya
Gedung Sekolah Al Badar, MTs, serta kompleks MIN 1 Katingan.
Kebakaran terpusat di kawasan Kasongan Lama, khususnya di area permukiman padat penduduk yang berada dekat dengan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Relawan Palangka Raya Turun Membantu
Upaya pemadaman turut diperkuat dengan bantuan relawan dari Kota Palangka Raya. Ketua Forum Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, Okki Maulana, melalui Sekretaris Forum Dede Septa Jaya, menyampaikan bahwa pengerahan relawan dilakukan sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan lintas wilayah.
“Ada 12 tim relawan yang bergerak ke Katingan pada malam kejadian. Ini bentuk kepedulian rekan-rekan relawan Palangka Raya untuk membantu sesama meskipun berada di luar wilayah tugas administratif,” ujar Dede, Senin (26/1/2026).
Adapun tim yang terlibat terdiri dari Divisi Pemadam Kebakaran Emergency Response Palangka Raya, Rescue LazisMU Kalimantan Tengah, serta personel Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah yang menurunkan satu unit fire truck berkapasitas 5.000 liter dan unit pemadam portabel.(ram)
Editor : Ayu Oktaviana