PALANGKA RAYA – Aksi pencurian di Toko Pasya, Jalan Mahir Mahar Jalan Tjilik Riwut Pal 8, sempat diwarnai kejar-kejaran dramatis. Seorang karyawan toko, Anisa, bahkan mengaku ditodong senjata yang diduga pistol saat berusaha menghentikan mobil pelaku.
Kejadian bermula saat Anisa bersama rekannya, Nia, memergoki dua orang pelaku mengambil beras dan tabung gas dari Toko Pasya pada Senin (26/1/2026) sore. Keduanya langsung berteriak dan Anisa spontan mengejar mobil pelaku menggunakan sepeda motor.
Kejar-kejaran berakhir di persimpangan Jalan Tjilik Riwut–Hiu Putih, tepat di lampu lalu lintas. Mobil pelaku sempat berhenti, dan Anisa mendekat sambil mengetuk kaca untuk meminta pertanggungjawaban.
“Saat kaca dibuka, salah satu pelaku mengeluarkan senjata sambil bilang ‘mana buktinya’. Saya jawab ada rekaman CCTV,” kata Anisa, ditirukan Nia.
Menurut Nia, bentuk senjata yang diperlihatkan menyerupai pistol, meski belum dapat dipastikan asli atau tidak. Karena takut, Anisa kembali ke toko untuk mengambil rekaman CCTV sebagai bukti.
Namun ketika kembali ke lokasi, mobil pelaku sudah melarikan diri.
Tak hanya mencuri di Toko Pasya, pelaku yang sama juga diduga membobol Apotek Sasameh Sehat pada dini hari berikutnya, membawa kabur uang tunai dan merusak kamera pengawas.
Polresta Palangka Raya menyatakan telah menerima laporan, mengamankan keterangan para saksi, serta melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku yang sempat mengancam warga dengan senjata tersebut.
Untuk diletahui. dua orang turun melakukan pencurian, sementara dua lainnya menunggu di dalam mobil Daihatsu Xenia warna silver yang terparkir di depan toko.
“Satu orang mengambil satu karung beras 20 kilogram, satu lagi mengambil dua tabung gas elpiji 3 kilogram kosong. Semuanya terekam CCTV,” ujar pemilik toko, Fatimah.
Tak lama berselang, pada Selasa (27/1/2026) dini hari, pelaku diduga kembali beraksi dengan membobol Apotek Sasameh Sehat.
Pelaku memotong rantai dan gembok pintu depan, mengambil uang tunai sekitar Rp1,5 juta, serta merusak dan membawa kabur satu unit kamera CCTV. (rif/ram)
Editor : Ayu Oktaviana