PALANGKA RAYA – Kebakaran hebat terjadi di kawasan Mendawai Sosial, Kelurahan Palangka, Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 16.40 WIB.
Api yang membumbung tinggi dengan asap hitam pekat terlihat dari jarak beberapa kilometer, menandakan kebakaran tidak hanya melanda satu bangunan.
Kepala Seksi Pengendalian Operasi dan Komunikasi Penyelamatan Dinas Pemadan Kebakaran Kota Palangka Raya, Sucipto, mengungkapkan dirinya pertama kali menerima informasi kebakaran sekitar pukul 16.45 WIB.
Saat itu ia hendak keluar rumah, namun mendapat kabar melalui telepon bahwa terjadi kebakaran di wilayah Mendawai.
“Awalnya kami tidak tahu Mendawai yang mana. Setelah dicek ke lokasi, ternyata di Mendawai Sosial,” ujarnya.
Ia menuturkan kobaran api yang sudah menghitam menunjukkan skala kebakaran cukup besar.
Ia menambahkan untuk penyebab kebakaran masih belum diketahui dan sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Kalau asapnya sudah hitam begitu dan terlihat dari jauh berarti yang terbakar bukan hanya satu rumah. Paling tidak tiga rumah,” katanya.
Sucipto juga menyebutkan ratusan personel dari berbagai unsur Badan Pemadam Kebakaran (BPK) dan pemadam lainnya dikerahkan ke lokasi.
Sementara itu, perkiraan sementara jumlah rumah yang terbakar berkisar antara tujuh hingga delapan unit, sambil menunggu pendataan dari ketua RT setempat.
“Sangat banyak ratusan personel dan unit turun untuk membantu pemadaman. Kawan-kawan sudah melakukan yang terbaik untuk membatasi agar tidak semakin banyak korban,” tuturnya.
Sementara itu, Lurah Palangka, Dawid, membenarkan kejadian kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 16.40 WIB dan berdampak pada dua RT dalam satu RW.
“Untuk jumlah rumah yang terbakar masih dalam tahap pendataan karena masuk ke dalam dua RT. Perkiraan sementara kurang lebih sekitar 10 rumah,” jelasnya.
Terkait kondisi warga terdampak, Dawid menyampaikan bahwa pihak kelurahan masih melakukan koordinasi lebih lanjut.
“Untuk sementara belum kita koordinasikan terkait penampungan warga. Masih dalam tahap pendataan,” katanya.
Dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada konsleting listrik, namun hal tersebut masih menunggu hasil penyelidikan resmi.
Ia menambahkan jumlah warga terdampak diperkirakan di bawah 16 kepala keluarga, namun angka pasti masih menunggu laporan lengkap dari masing-masing RT.
“Kita sudah meminta RT untuk mendata. Nanti kita lihat kondisinya, jika perlu didirikan posko atau langkah lanjutan lainnya, tentu akan kita rencanakan,” pungkasnya.
Harta Benda Ludes
Sementara itu, Salah satu warga yang rumahnya terbakar, Ahmad Riyadi mengatakan kronologi kebakaran secara persisnya ia kurang ngetahui karena saat kejadian dirinya sedang tidur. Ia mendengar suara jeritan mencium bau asap yang pekat di sekitar rumah.
“Begitu liat di sisi rumah sudah terbakar langsung panik keluar bawa anak istri tidak sempat bawa apa-apa, hangus semua,” ujarnya.
Akibat kebakaran itu, seluruh harta bendanya ludes terbakar. “TV, rumah, perabotan, habis,” ungkap Ahmad Riyadi singkat.
Terkait penyebab kebakaran, ia kembali menegaskan tidak mengetahui secara pasti. “Kurang tahu itu, karena aku merantau saja lagi,” tuturnya.
Namun, berdasarkan keterangan dari warga sekitar kebakaran terjadi di sebelah rumah Ahmad Riyadi yang merupakan rumah mertuanya Mama Iya. (afa)
Editor : Agus Pramono