Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

4 Bulan Berlalu, Misteri Kematian Nanang Kasmiran di Katingan Belum Terungkap, Keluarga Menuntut Keadilan

Agus Pramono • Jumat, 6 Maret 2026 | 15:00 WIB

ilustrasi mayat
ilustrasi mayat

PALANGKA RAYA–Kematian misterius Nanang Kasmiran di Desa Teluk Sebulu, Kecamatan Mendawai, Kabupaten Katingan belum juga terungkap.

Sudah empat bulan sejak ditemukan dengan leher tersayat pada 19 November 2025 lalu hingga kini belum menemui titik terang siapa pelaku yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Kronologi berdasarkan cerita keluarga, Nanang diminta oleh keluarga dari ibunya untuk membantu mengerjakan proyek bangunan rumah milik keluarganya di Desa Teluk Sebulu, setelah sekitar setengah bulan.

Nanang saat itu tinggal berdua bersama keponakan perempuan berinisial (S) yang usianya (15) dengan ukuran 5x4 meter dan ruangan yang dibagi dua dengan pembatas pliwood.

Di malam sebelum kejadian Nanang masih sempat berinteraksi dengan saudaranya yang datang bertamu kerumahnya pukul 20.00 wib, sekitar sejam kemudian saudaranya pulang dan Nanang tinggal berdua.

Saat S ke kamar Nanang, dia melihat darah sudah berserakan di lantai dan sebilah pisau di balik bantal namun tidak ada Nanang. S segera menelpon keluarganya yang rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian.

Pencarian korban ramai di depan rumah, hingga pukul 02.00 wib dini hari seorang warga dari arah sungai hulu menggunakan kelotok kecil mengatakan bahwa melihat seseorang di area sungai dekat hutan desa. Segera setelah informasi tersebut warga menuju ke lokasi dan benar saja menemukan korban.

Kakak kandung dari Nanang berada di Palangka Raya baru mendapatkan kabar dari keluarganya di Kabupaten Katingan sekitar pukul 02.00 wib dini hari. Sembari menunggu datang, keluarga di Katingan dalam posisi kepanikan mengambil tindakan dengan membereskan TKP.

Keluarga korban saat menemukan Nanang sudah meminta kepolisian untuk mencari tahu dan mengusut siapa pelaku dari kejadian. Namun sampai dengan awal bulan Maret ini belum ada mendapatkan informasi lanjutan dari pihak kepolisian.

“Kami dari pihak keluarga sudah mengikhlaskan korban tapi ingin tahu siapa pelakunya dan apa sebab dibalik peristiwa yang menimpa adik saya ini,” ujar Supriyanto sebagai Kakak Kandung dari korban, Kamis (5/3/2026).

Ia menuturkan sejak kasus tersebut dilaporkan dari hasil pemeriksaan oleh kepolisian setempat dan dilanjutkan ke Polda Kalteng belum ada pergerakan pasti dan membuat keluarga tidak tenang. Supriyanto dan keluarga mendesak agar pihak kepolisian dapat menemukan sisi terang dari kejadian tersebut.

“Ini sudah empat bulan kami menunggu dalam ketidakpastian, adik saya disana pergi untuk bekerja tapi pulang tinggal nama. Tolong apa kesalahannya? Kami hanya ingin jawaban itu,” pungkasnya. (afa/ala)

Editor : Ayu Oktaviana
#katingan #polda kalteng #Desa Teluk Sebulu #kematian misterius #Kabupaten Katingan #leher tersayat