Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Grup Facebook G*y ABG Sampit Meresahkan, Pengikutnya sampai 1.300 Warganet

Miftahul Ilma • Selasa, 14 April 2026 | 14:20 WIB
Grup g*y ABG Sampit
Grup g*y ABG Sampit

 

SAMPIT – Warga Sampit tengah dihebohkan dengan grup di media sosial Facebook yang berpotensi meresahkan. Pasalnya, grup itu memiliki nama yang identik dengan penyimpangan seksual. 

Grup itu sendiri memiliki jumlah lebih dari 1.300 pengguna. Rata-rata para penggunanya merupakan akun anonim atau tak diketahui. Aktivitas di dalamnya tidak hanya sebatas perkenalan antaranggota, namun juga berkembang menjadi percakapan intens hingga ajakan bertemu secara langsung. 

Anggotanya pun tak hanya dari Kota Sampit, tetapi juga dari daerah lain seperti Lamandau dan Pangkalan Bun.

“Sampit ada boty ga ya?,” tulis salah satu akun dalam unggahan di grup tersebut.

Sejumlah orang tua mengaku khawatir dengan fenomena tersebut. Mereka menilai, pengawasan terhadap anak di era digital saat ini semakin sulit dilakukan, terlebih dengan maraknya akun anonim di media sosial.

“Sekarang bukan hanya anak perempuan saja yang perlu dijaga, anak laki-laki juga sama. Apalagi kalau sudah main media sosial seperti ini,” ujar salah seorang warga Sampit.

Kekhawatiran itu muncul karena ruang digital dinilai semakin terbuka tanpa batas. Tanpa pendampingan yang cukup, anak-anak dianggap rentan terpengaruh oleh konten negatif yang beredar.

Fenomena serupa sebenarnya bukan kali pertama terjadi. Beberapa tahun lalu, grup media sosial dengan konten meresahkan juga sempat muncul dan akhirnya ditindak hingga ditutup.

Masyarakat pun berharap pihak berwenang dapat segera menelusuri aktivitas grup tersebut sebelum dampaknya semakin meluas.

“Aparat harus turun tangan. Jangan sampai grup itu makin besar dan pengikutnya terus bertambah. Kasihan anak-anak kita,” tambahnya.

Di sisi lain, peran keluarga dinilai menjadi benteng utama. Orang tua diharapkan lebih aktif mengawasi aktivitas anak di dunia maya, sekaligus memberikan pemahaman agar bijak dalam menggunakan media sosial. 

Literasi digital dan komunikasi terbuka dianggap penting untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam pergaulan yang menyimpang di dunia daring.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
#penyimpangan seksual #pergaulan yang menyimpang #grup gay sampit