Netizen Soroti Dugaan Motif Narkoba di Balik Kasus Pembunuhan Warga Tanjung Pinang di Tewah
Agus Pramono• Kamis, 7 Mei 2026 | 17:00 WIB
Komentar netizen atas pembunuhan di Tewah.Screenshoot
KUALA KURUN – Kasus pembunuhan yang menewaskan seorang pria di Kelurahan Tewah, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), terus menjadi sorotan publik.
Di tengah proses pengejaran pelaku oleh kepolisian, berbagai spekulasi bermunculan di media sosial, termasuk dugaan keterkaitan kasus tersebut dengan narkoba.
Peristiwa yang terjadi di kawasan Jalan Hentak, RT 006, Minggu (3/5/2026), itu memicu beragam komentar dari netizen. Sejumlah akun media sosial menduga motif pembunuhan berkaitan dengan persoalan utang narkotika jenis sabu.
@Rajaberita New
F itu punya hutang sabu2 kepada M, karena F tdk kunjung mau membayar hutang sabu itu, lalu M menyuruh tersangka untuk membunuh F dgn janji upah 50 juta.
@kardisu
Gara gara sabu semua rusak ayo polisi berantas peredaran narkoba di Kalteng
@john budi nelson
Daerah kab. Gumas memang lahan basah bagi pengedar narkoba tolong utk pihak keamanan khusus kepolisian daerah kita sudah darurat narkoba sudah banyak sekali yg gila dan terjadi tindak kriminal yg sangat tinggi pula.
@Dewi Sartika
Semakin banyak rusak,,,gegara peksin putih, mana bayak berkeliaran org gila,,banyk perselingkuhan,,pembunuhan,,
Nga habis pikir..
Meski demikian, dugaan tersebut masih sebatas spekulasi publik dan belum dibenarkan pihak kepolisian. Hingga kini, aparat masih fokus memburu terduga pelaku dan mendalami motif sebenarnya di balik kasus tersebut.
Dalam berbagai unggahan komentar, sejumlah warganet juga menyoroti maraknya peredaran narkoba di wilayah Gunung Mas dan Kalimantan Tengah secara umum.
Mereka meminta aparat penegak hukum lebih serius memberantas peredaran narkotika yang dinilai menjadi pemicu meningkatnya tindak kriminal.
Kasus ini sendiri bermula dari penemuan jasad seorang pria berinisial F (38), warga Tanjung Pinang, Kota Palangka Raya, di lahan belakang rumah warga di Jalan Hentak, Kelurahan Tewah.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan mengenakan kaos merah dan celana denim hitam. Jenazah kemudian dievakuasi ke puskesmas untuk keperluan visum.
Kapolsek Tewah, Muchlis Aryanto, mengatakan polisi telah mengantongi identitas terduga pelaku berinisial A (33) yang kini masih dalam pengejaran.
“Kami sudah mengantongi identitas pelaku. Saat ini tim Buser bersama personel Polsek Tewah terus melakukan pengejaran di lapangan,” ujarnya.
Polisi juga terus menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku.
“Kami pastikan pelaku akan segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tambah Muchlis.
Peristiwa itu pertama kali terungkap sekitar pukul 06.00 WIB setelah seorang warga mendatangi rumah saksi bernama Bensi Y Binti (76) dan memberitahukan adanya dugaan tindak kekerasan di belakang rumah warga.
Informasi tersebut kemudian diteruskan ke pihak kepolisian yang langsung mendatangi lokasi kejadian.
Hingga kini, aparat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara terang motif di balik pembunuhan tersebut, termasuk mendalami berbagai informasi yang berkembang di masyarakat dan media sosial.(*)