Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Sempat Bersitegang Saat Antre BBM di SPBU Samuda, Kedua Pihak Sepakat Berdamai

Miftahul Ilma • Sabtu, 9 Mei 2026 | 15:15 WIB
Perseteruan di SPBU Samuda berujung damai.Humas
Perseteruan di SPBU Samuda berujung damai.Humas

SAMPIT – Persoalan antrean BBM di SPBU Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akhirnya berujung damai. Kejadian itu sempat heboh setelah memicu dugaan penganiayaan terhadap seorang sopir armada. 

Kasus itu melibatkan MM, seorang sopir armada, dengan pemuda berinisial PK (25). Keduanya sempat berselisih di area SPBU Jalan H.M Arsyad Km 39, Desa Jaya Kelapa, pada Rabu pagi (6/5/2026).

Ketegangan disebut dipicu situasi antrean kendaraan yang padat. Adu mulut di lokasi kemudian berkembang menjadi aksi kekerasan hingga korban memilih melapor ke polisi.

Namun konflik tersebut tidak berlanjut ke proses hukum panjang. Sehari setelah kejadian, PK mendatangi Polsek Jaya Karya untuk menyelesaikan persoalan secara langsung.

“Pelaku datang dengan kesadaran sendiri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Kasi Humas Polres Kotim AKP Edy Wiyoko, mewakili Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, Sabtu (9/5/2026).

Pertemuan kedua pihak kemudian difasilitasi di Aula Polsek Jaya Karya Samuda. Dari mediasi itu, korban dan terlapor sepakat menempuh penyelesaian secara kekeluargaan melalui restorative justice. Kesepakatan damai diambil lantaran keduanya masih memiliki hubungan keluarga.

Dalam perjanjian tersebut, PK bersedia menanggung biaya pengobatan korban serta memberikan santunan sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden yang terjadi. Korban pun mencabut laporan serta tuntutan yang sebelumnya diajukan ke pihak kepolisian.

“Setelah seluruh isi kesepakatan dipenuhi, maka permasalahan dianggap selesai,” jelasnya. 

Fenomena antrean BBM yang belakangan sering terjadi di sejumlah wilayah Kotim dinilai rawan memicu emosi masyarakat di lapangan. Polisi mengingatkan warga agar tidak mudah terpancing saat berada di area SPBU.

“Antrean mungkin membuat emosi naik, tetapi jangan sampai persoalan kecil berubah menjadi tindak pidana,” pungkasnya.(*)

Editor : Agus Pramono
#SPBU Samuda #perkelahian sopir truk #perseteruan berakhir damai