Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Modus Kupon Kurban Palsu Gegerkan Sampit, Warga Rugi Rp400 Ribu Usai Ditawari CCTV

Miftahul Ilma • Rabu, 27 Mei 2026 | 17:59 WIB
Kupon kurban palsu di sampit.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)
Kupon kurban palsu di sampit.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)

 SAMPIT – Modus penipuan berkedok pembagian kupon kurban menggegerkan warga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Iduladha kali ini, Rabu (27/5/2026). 

Sejumlah warga mendatangi Masjid Jami As-Salam, Jalan Iskandar, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang untuk mengambil daging kurban, namun panitia justru menemukan kupon yang mereka bawa ternyata palsu.

Tak hanya itu, beberapa warga juga mengaku menjadi korban penipuan setelah didatangi pria yang mengatasnamakan panitia masjid. Pelaku diduga memanfaatkan kupon kurban palsu untuk meminta sumbangan hingga menawarkan penjualan CCTV dan jasa servis elektronik.

Ketua Panitia Kurban Masjid Jami As-Salam, Muhammad Isa Anshari mengatakan, kasus tersebut pertama kali diketahui saat warga datang menukarkan kupon sejak pagi hari.

“Tadi pagi ada korban yang mau menukar kupon. Tapi kita lihat kuponnya beda. Nama dan alamat memang sesuai, cuma kuponnya palsu, sedangkan yang asli berbeda,” katanya.

Menurutnya, warga yang datang rata-rata berasal dari luar lingkungan sekitar masjid. Bahkan sebagian berasal dari kawasan Pal Sembilan dan wilayah lain dengan radius sekitar lima kilometer dari masjid.

“Kita tanya dapat dari mana, ternyata orangnya jauh dari sini. Dari lebih 10 orang yang datang mencoba menukar kupon, rata-rata bukan warga sekitar masjid,” ujarnya.

Dari penelusuran panitia, pelaku diduga mendatangi rumah-rumah warga sambil mengaku sebagai panitia kurban. Setelah memberikan kupon, pelaku kemudian meminta sumbangan atau menawarkan berbagai jasa.

Salah seorang korban bahkan mengaku telah menyerahkan uang Rp400 ribu untuk membeli CCTV dari pelaku.

“Ada yang modusnya minta sumbangan anak yatim. Ada juga yang menawarkan servis elektronik dan jual CCTV,” ungkapnya.

Panitia menyebut pelaku merupakan seorang laki-laki bertubuh tidak terlalu tinggi dan mengaku berasal dari Kediri. Namun identitasnya belum diketahui secara pasti karena tidak ada foto maupun rekaman CCTV yang jelas.

“Informasinya laki-laki, badannya agak pendek. Mengaku dari Kediri. Tapi ciri-cirinya tidak terlalu detail karena tidak ada foto maupun rekaman yang jelas,” katanya.

Isa menegaskan, kupon resmi Masjid Jami As-Salam memiliki format khusus dan dibagikan secara terbatas mendekati hari pembagian daging untuk menghindari pemalsuan.

“Kita memang menyebarkan kupon di hari H-3 dan H-2 supaya mencegah pemalsuan seperti ini. Tapi ternyata masih terjadi juga,” jelasnya.

Ia menyebut kasus kupon kurban palsu ini baru pertama kali terjadi selama pelaksanaan kurban di Masjid Jami As-Salam.

“Ini baru pertama kali ada kasus kupon palsu seperti ini,” tegasnya.

Pihak panitia pun meminta masyarakat lebih berhati-hati terhadap oknum yang mengatasnamakan panitia kurban atau pengurus masjid. Korban juga diminta segera melapor ke pihak kepolisian agar kasus tersebut dapat ditindaklanjuti.

“Kita tadi sarankan korban melapor ke polisi. Kebetulan tadi juga ada anggota Polsek Ketapang yang mendengar langsung pengakuan para korban,” tandasnya. (*)

Editor : Agus Pramono
#kupon kurban palsu #kupon kurban #penipuan #iduladha