Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

GDAN Desak Pelaku Penyerangan Polisi di Katingan Menyerahkan Diri  atau Ditangkap! Serukan Perang Melawan Narkoba

Miftahul Ilma • Kamis, 2 Juli 2026 | 16:30 WIB
GDAN soal polisi gugur
GDAN soal polisi gugur

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) menyampaikan duka cita atas gugurnya seorang anggota Satresnarkoba Polres Katingan saat menjalankan tugas penangkapan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kamis (2/7/2026).

Ucapan hut bhayangkara
Ucapan hut bhayangkara

 

Organisasi tersebut juga mendesak aparat penegak hukum segera menangkap para pelaku penyerangan.

Baca Juga: Kronologi Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan: Satu Warga Tewas, Polisi Dikepung, Satu Gugur dan Dua Hilang

Pernyataan sikap itu disampaikan GDAN melalui unggahan yang dibagikan salah satu anggotanya, Ingkit Djaper, di media sosial Facebook menyusul insiden berdarah yang menewaskan satu personel Polri dan menyebabkan dua anggota lainnya masih dalam pencarian.

Dalam pernyataannya, GDAN mengaku memperoleh informasi bahwa anggota Satresnarkoba Polres Katingan menjadi korban penyerangan brutal saat melakukan penangkapan terhadap bandar narkoba.

GDAN juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya anggota Polri yang dinilai meninggal saat menjalankan tugas negara.

“Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) mendapat informasi tindakan brutal para oknum pelaku narkoba jenis sabu-sabu di Desa Tumbang Kalamei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah,” demikian isi pernyataan tersebut.

“Anggota dari Satres Narkoba Polres Katingan meninggal dunia saat melaksanakan tugas negara, melakukan penangkapan terhadap bandar besar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah,” tulisnya.

Baca Juga: Polda Kalteng Kirim Puluhan Personel, Bantu Cari Dua Anggota Polisi yang Hilang Pascabentrokan Dengan Kelompok Narkoba di Katingan

Selain itu, organisasi tersebut menyoroti aksi penyerangan terhadap aparat yang disebut dilakukan menggunakan senjata tajam dan senjata api rakitan walau sudah diberikan tembakan peringatan. 

GDAN berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan serta menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga korban.

“Atas peristiwa tersebut, Gerakan Dayak Anti Narkoba sangat berduka cita mendalam, dan memohon Tuhan Yang Maha Kuasa menerima amal ibadah almarhum dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa,” tulisnya.

Tak hanya itu, GDAN mendesak aparat kepolisian mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku penyerangan.

“Tangkap para pelaku yang terlibat di daerah tersebut yang telah secara brutal tanpa kemanusiaan menyerang para petugas yang sedang menjalankan tugas negara,” bebernya.

Organisasi tersebut juga mengajak masyarakat menjadikan gugurnya anggota Polri itu sebagai momentum memperkuat perlawanan terhadap peredaran narkoba di Kalimantan Tengah.

“Jadikan aksi heroik almarhum sebagai momentum Polri dan masyarakat Dayak serta seluruh masyarakat yang tinggal di Tanah Dayak, bersama-sama menabuhkan genderang perang melawan siapapun yang terlibat dalam peredaran gelap narkoba di Bumi Tambun Bungai,” demikian pernyataan GDAN.

Seperti diberitakan sebelumnya, penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei berujung bentrokan antara petugas dan massa. 

Dalam insiden tersebut satu anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur, sementara dua personel lainnya masih dalam pencarian setelah diduga hanyut saat berusaha menyelamatkan diri dari kepungan massa.  (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#gdan #bandar narkoba #Satresnarkoba Polres Katingan #peredaran narkoba