SUKAMARA – Satu jasad kembali ditemukan di kawasan pesisir Kabupaten Sukamara, Jumat (25/9/2026). Total sudah ada tiga jenazah yang diduga menjadi korban KM Virgo Transport 8 yang masih berlangsung di Laut Jawa.
Ketiga jenazah ditemukan warga secara bertahap di wilayah Desa Sungai Tabuk, Kecamatan Pantai Lunci. Dua korban ditemukan di kawasan RT 2, sedangkan satu lainnya ditemukan di RT 1.
Baca Juga: Dua Jenazah Diduga Penumpang KM Virgo Ditemukan di Pesisir Desa Sungai Perlu Pada 24 September
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam penemuan tersebut adalah adanya tulisan Virgo Karya Shipping UNITING INDONESIA pada bagian belakang pakaian salah satu korban. Temuan itu kemudian menjadi salah satu petunjuk yang mengarah pada dugaan keterkaitan dengan insiden KM Virgo Transport 8.
Meski demikian, petunjuk tersebut belum menjadi dasar untuk memastikan identitas maupun asal ketiga jenazah. Pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan apakah mereka merupakan bagian dari korban kapal yang hilang kontak tersebut.
Camat Pantai Lunci Budiansyah membenarkan adanya tiga temuan jenazah di wilayah desanya.
“Temuan pertama dan kedua berada di RT 2, kemudian warga kembali menemukan satu jenazah di wilayah RT 1,” ujarnya.
Setelah ditemukan, ketiga jenazah langsung dievakuasi menuju RSUD Nawawi Mahmuda Sukamara. Proses tersebut melibatkan aparat kepolisian, TNI AL serta unsur terkait lainnya.
Baca Juga: Wakil Bupati Kotim Akan Bantu Telusuri Kabar soal Pasutri Asal Sampit yang Jadi Korban KM Virgo
Kapolres Sukamara AKBP Fajar Virgantara Sjarifuddin mengatakan penanganan awal terhadap ketiga jenazah telah dilakukan di rumah sakit setempat. Selanjutnya, jenazah akan dipindahkan ke Banjarmasin untuk menjalani proses berikutnya.
“Setelah penanganan di RSUD Sukamara, ketiganya akan dibawa ke Banjarmasin oleh tim Basarnas,” katanya mengutip Radar Sampit.
Kepala Basarnas M. Syafii mengatakan korban yang sebelumnya ditemukan dibawa menggunakan KN SAR Pacitan sebelum diterbangkan menuju Banjarmasin dengan dukungan helikopter Basarnas HR-3604 dan Helikopter Panther milik TNI AL.
Setibanya di Banjarmasin, proses identifikasi dilakukan oleh pihak yang berwenang untuk mencocokkan data korban dengan daftar orang yang masih dicari.
“Sesampainya di Banjarmasin, jenazah akan diserahkan kepada unsur terkait untuk menjalani identifikasi dan penanganan sesuai prosedur,” jelas Syafii.
Kepastian identitas para korban serta hubungan mereka dengan KM Virgo Transport 8 akan ditentukan melalui proses identifikasi resmi.(*)
Editor : Ayu Oktaviana