KASUS narkoba yang menjerat Ammar Zoni masih menjadi sorotan publik.
Aktor yang juga mantan suami Irish Bella itu kini telah dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, penjara dengan tingkat keamanan maksimum yang dikenal sangat ketat.
Pemindahan tersebut dilakukan setelah Ammar diduga terlibat dalam peredaran narkoba di dalam lapas.
Menanggapi hal itu, peramal Denny Darko turut angkat bicara melalui penerawangan kartu tarot.
Menurut Denny, kasus yang menimpa Ammar Zoni bukan sekadar persoalan hukum biasa, melainkan tampak seperti sebuah peristiwa besar yang sarat dengan pesan tersembunyi di baliknya.
"Kirim ke Nusakambangan dan di lapas dengan maksimum security itu. Ammar Zoni ditempatkan di dalam sel yang hanya memiliki waktu satu atau dua jam saja melihat matahari," kata Denny Darko dalam tayangan YouTube Reyben.
"Apakah betul dia adalah seorang pengedar bahkan di dalam lapas? Mari kita akan lihat dan akan seperti apa nasibnya. Seumur hidup atau jangan-jangan hukuman mati menantinya," sambungnya.
Denny sendiri menyoroti keanehan di balik proses pemindahan Ammar ke Nusakambangan di mana matanya ditutup.
"Apakah memang saat napi dipindahkan harus ditutup matanya seperti seorang tahanan perang terorisme yang tidak boleh tahu ini dibawa ke mana? Kalau dia memang akan dibawa ke Nusakambangan, kenapa harus ditutup matanya?" sindirnya.
"Biasanya hal seperti ini adalah sebuah pengalihan. Tapi kalau ini bukan pengalihan, kenapa harus sedemikian teatrikal?" lanjutnya.
Denny Darko juga menyoroti soal keadaan mental Ammar Zoni setelah dipindahkan ke Nusakambangan.
"Ammar Zoni menanti keajaiban, menanti uluran tangan dari orang yang bisa melihat hal ini, menyuarakan dan mencoba untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi," paparnya.
"Jika benar ada dugaan bahwa Ammar diancam untuk mentransfer uang, maka hal ini harus diselidiki lebih dalam. Jangan-jangan praktik seperti ini lazim terjadi dan selama ini ditutupi," lanjutnya.
Denny Darko menyinggung soal kondisi batin Ammar yang belum pulih dari ketergantungan narkoba.
"Ketergantungan dan kecanduan itu tidak akan terselesaikan dengan mengurung seseorang di dalam lapas. Justru bisa memperburuk keadaan jika tidak ada rehabilitasi yang tepat," imbuhnya.
"Saya kira ya tetap sabar ya. Namanya masih besar, dan itu bisa membantu agar masyarakat terus membicarakan dan semoga penyelidikan berpihak kepada Ammar Zoni," pungkasnya. (*/abw)