KALTENGPOS.JAWAPOS - Dunia maya kembali dihebohkan oleh aksi aktris sekaligus pengusaha muda, Prilly Latuconsina.
Namun, kali ini bukan soal film terbarunya, melainkan aktivitasnya di platform profesional, LinkedIn.
Setelah memicu perdebatan sengit di kalangan netizen, Prilly akhirnya mengunggah video klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya pada Selasa (3/2).
Masalah ini bermula ketika Prilly memasang bingkai #OpenToWork pada foto profil LinkedIn-nya. Secara fungsi, fitur ini biasanya digunakan oleh para pencari kerja (job seekers) untuk memberi sinyal kepada perekrut bahwa mereka sedang aktif mencari peluang baru.
Langkah Prilly tersebut dinilai kurang peka oleh sebagian netizen. Banyak yang beranggapan bahwa sebagai sosok publik figur sukses dan pemilik beberapa lini bisnis, Prilly tidak seharusnya menggunakan fitur yang diperuntukkan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan pekerjaan di tengah sulitnya lapangan kerja saat ini.
Menanggapi gelombang kritik, kekecewaan, hingga rasa tidak nyaman dari masyarakat, Prilly memilih untuk tidak berdiam diri. Dalam video unggahannya, ia tampil tenang dan mengakui kesalahannya dalam berkomunikasi.
"Hai semuanya, aku paham kalau situasi ini memunculkan banyak reaksi dan emosi. Aku juga mengerti kenapa sebagian dari kalian marah, kecewa, atau nggak nyaman," ujar Prilly dalam videonya.
Prilly menegaskan bahwa klarifikasi ini ia sampaikan dengan iktikad baik sebagai bentuk tanggung jawabnya kepada publik.
Ia pun menyadari bahwa posisinya sebagai figur publik membuat setiap langkah digitalnya memiliki dampak yang luas.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi pengguna media sosial mengenai pentingnya memahami konteks fitur di platform seperti LinkedIn.
Meskipun niat awalnya mungkin untuk membuka kolaborasi baru, penggunaan simbol tertentu sering kali memiliki makna sosial yang lebih dalam bagi kelompok masyarakat tertentu.
Hingga saat ini, unggahan Prilly tersebut terus mendapat beragam reaksi. Banyak yang mengapresiasi keberaniannya meminta maaf, namun ada pula yang berharap agar para artis lebih bijak dalam menggunakan fitur-fitur yang sensitif bagi para pejuang nafkah. (*)
Editor : Ayu Oktaviana