PAGI itu, kawasan sekitar kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Jakarta, dipadati ribuan massa.
Mereka datang dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam, membawa spanduk dan menyuarakan keresahan yang sama. Kamis (8/1/2026) menjadi hari ketika kemarahan publik terhadap sebuah tayangan komedi meledak ke ruang jalan.
Aksi demonstrasi ini dipicu oleh tayangan stand-up comedy berjudul Mens Rea milik komika Pandji Pragiwaksono yang dirilis di Netflix pada akhir Desember 2025.
Materi komedi tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial karena dinilai menyinggung isu sosial dan politik, khususnya yang berkaitan dengan organisasi Islam besar di Indonesia.
Gelombang protes tak berhenti di jalanan. Di hari yang sama, Pandji Pragiwaksono resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya.
Laporan itu diajukan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah.
Kepala Angkatan Muda NU sekaligus pelapor, Rizki Abdul Rahman Wahid, menyebut materi komedi dalam Mens Rea telah melampaui batas. Menurutnya, konten tersebut bukan sekadar satire, tetapi mengandung narasi yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di ruang publik.
“Kami melaporkan ada kasus yang menurut kami beliau merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media,” ujar Rizki kepada awak media di Mapolda Metro Jaya, Kamis, 8 Januari 2026.
Rizki menegaskan, laporan itu ditujukan kepada satu orang, yakni komika yang menjadi penampil utama dalam show Mens Rea.
“Satu orang yang kami laporkan, seniman stand-up comedian yang belakangan ini sangat ramai diperbincangkan, inisial P,” katanya.
Materi Stand Up yang Dinilai Lampaui Batas
Lebih jauh, Rizki menilai materi stand-up comedy tersebut berpotensi memecah belah, terutama di kalangan generasi muda NU dan Muhammadiyah. Ia menyoroti narasi yang menyebut kedua organisasi itu terlibat dalam politik praktis.
“Narasi fitnahnya adalah menganggap bahwa NU dan Muhammadiyah terlibat dalam politik praktis,” tuturnya.
Ia juga menyinggung bagian materi yang seolah-olah menggambarkan NU dan Muhammadiyah memperoleh konsesi tambang sebagai imbalan atas dukungan politik dalam kontestasi pemilihan umum.
“Disampaikan seolah-olah NU dan Muhammadiyah mendapatkan tambang karena imbalan, karena telah memberikan suaranya dalam kontestasi pemilu kemarin,” ujarnya.
Laporan tersebut telah teregister dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 8 Januari 2026.
Sebagai barang bukti, pelapor menyerahkan rekaman berisi materi stand-up comedy dalam pertunjukan Mens Rea.
Hingga berita ini diturunkan, Pandji Pragiwaksono belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut.(*/ram)
Editor : Ayu Oktaviana