Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Terungkap saat Pendampingan Psikologi, Polisi Beberkan Rencana Tersangka Usai Membacok Mahasiswi UIN Suska Riau

Agus Pramono • Selasa, 3 Maret 2026 | 15:40 WIB

Polisi lakukan pendampingan psikologi kepada tersangka pembacokan mahasiswi UIN Suska Riau. (Instagram/psikologipoldariau)
Polisi lakukan pendampingan psikologi kepada tersangka pembacokan mahasiswi UIN Suska Riau. (Instagram/psikologipoldariau)

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM - Pemeriksaan terhadap RM, tersangka kasus pembacokan mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau juga melibatkan pendampingan psikologi.

Proses tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi psikologis RM, sehingga bisa digunakan dalam proses penyidikan.

Pendampingan psikologi dilakukan oleh Biro SDM Polda Riau dan telah bertemu dengan RM pada Senin, 2 Maret 2026.

 

Polisi Sebut RM Sosok yang Tertutup

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Z. Pandra Arsyad mengungkapkan bahwa RM adalah orang yang tertutup.

“RM ini anak yang baru berusia 21 tahun yang kalau dikatakan remaja, dia menjelang dewasa. Ternyata memang sangat tertutup dan selalu mendapatkan apa yang dia dapat ini dari korban,” kata Pandra dalam keterangannya, dikutip dari unggahan Humas Polda Riau pada Selasa, 3 Maret 2026.

Pandra juga mengatakan bahwa RM menceritakan kenangan saat ia dan korban berada di satu kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN).

“Ini cukup ceria, dia ceritakan pada saat KKN bagaimana kecerian rupanya menjadi role model ibaratnya. Bahkan dia cerita sendiri keceriaan korban ini membuat anak-anak di daerah tempat KKN itu dekat,” paparnya.

 

Ungkap RM Berencana untuk Mengakhiri Hidup

Lebih lanjut, Pandra mengatakan bahwa RM mengaku sempat ingin mengakhiri hidupnya setelah melakukan penganiayaan kepada korban F.

“Pascakejadian itu, sebenarnya dia ingin sekali mengakhiri hidupnya. Sampai segitunya,” ungkap Pandra.

“Jadi, memang alone (sendiri) gitu ibaratnya. Dari semua pihak juga bisa menyelamatkan pelaku dari amukan massa dan juga pelaku bisa diamankan, serta korban bisa diberikan pertolongan sesegera mungkin ke rumah sakit,” lanjutnya.

Menurutnya, penyidikan yang terus berjalan harus berdampingan dengan mengorek aspek psikologi untuk mengetahui motif yang mendalam.

 

Sebut RM Ingin Salat Taubat

Selanjutnya, RM, kata Pandra telah mengutarakan keinginannya untuk melakukan salat taubat.

“Tadi dia cukup menyesal dan dia ingin sekali melaksanakan salat taubat. Ini yang dia sampaikan tadi dan tentunya perlu bacaan-bacaan meningkatkan spriritual kepada Tuhan,” sambungnya.

“Menghadapi pemeriksaan, menghadapi hukum itu dengan tenang dan bertanggung jawab. Intinya dia menyesal,” tegasnya.

Insiden berdarah di lingkungan kampus UIN Suska Riau terjadi pada Kamis pagi, 26 Februari 2026.

Korban adalah mahasiswi berinisial F yang mendapat luka bacok dari RM, mahasiswa di kampus yang sama.

Peristiwa pembacokan itu terjadi ketika korban sedang menunggu giliran untuk melaksanakan seminar proposal (sempro) di salah satu gedung Fakultas Hukum Syariah yang berada di lantai 2.

Saat penyerangan, pelaku diduga menggunakan kapak yang membuat korban bersimbah darah dan tergeletak di lantai depan ruang sidang sempro.

Motif tindakan tersebut diduga karena persoalan asmara dan perasaan sakit hati.

“Motif masih dengan keterangan sakit hati atas hubungan yang disudahi oleh korban sementara pelaku sendiri tidak mau,” ungkap Kasatreskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah pada Jumat, 27 Februari 2026.

“Kami tanyakan hubungan ini sendiri apa kepada pelaku, dia merasa sudah lebih dari sekadar teman dengan korban. Namun, korban sendiri tidak merasakan hal yang sama,” tandasnya.
(*)

Editor : Agus Pramono
#riau #mahasiswi #UIN Sultan Syarif Kasim Riau #penganiayaan