PALEMBANG – Jagat media sosial dihebohkan dengan pengakuan seorang wanita yang mengaku menjadi korban perekaman tanpa izin oleh seorang driver ojek online di salah satu pusat perbelanjaan di Palembang.
Kasus ini mencuat setelah korban membagikan kronologi kejadian melalui akun X miliknya dan langsung viral, menarik perhatian luas publik.
Dipergoki Saat Merekam Diam-Diam
Dalam unggahannya, korban menyebut driver ojol tersebut merupakan mitra dari Grab berinisial HM.
Korban mengaku mulai curiga saat melihat pelaku mengarahkan ponsel ke arahnya. Ketika ditegur dan diminta menunjukkan isi ponsel, pelaku berdalih sedang mengisi daya (charging) perangkatnya.
“Alasan beliau ngevideoin aku karena sedang nge-charge HP. Pernyataan bodoh,” tulis korban dalam unggahannya, Jumat (27/3/2026).
Namun, alasan tersebut berubah saat keduanya dibawa ke pihak keamanan mal. Pelaku kemudian mengaku perekaman dilakukan untuk memberi informasi titik lokasi kepada driver lain.
Korban Libatkan Pihak Keamanan
Merasa tidak nyaman, korban memilih tidak menyelesaikan sendiri dan meminta bantuan petugas keamanan. Dalam video yang beredar, korban juga menegur tindakan pelaku yang dinilai tidak sopan dan berpotensi mengarah pada pelecehan.
“Ngecas ya ngecas aja, nggak usah rekam-rekam. Kalau anak bapak diginiin, gimana?” ujar korban dalam video tersebut.
Video Diduga Disebar ke Grup
Fakta yang lebih mengejutkan terungkap saat korban berhasil melihat isi ponsel pelaku. Video dirinya yang direkam ternyata sempat dikirim ke sebuah grup WhatsApp.
Korban juga mengungkap bahwa dalam grup tersebut ditemukan sejumlah konten tidak senonoh yang melibatkan perempuan lain.
Temuan ini semakin memperkuat dugaan pelanggaran privasi yang serius dan memicu kemarahan warganet.
Pelaku Membantah, Korban Dituding Memeras
Alih-alih mengakui perbuatannya, pelaku disebut tetap bersikeras tidak bersalah. Bahkan, ia sempat menuding korban berupaya melakukan pemerasan.
Korban membantah tuduhan tersebut dan menegaskan sejak awal hanya menunggu penanganan dari pihak keamanan.
Respons Grab: Tidak Tolerir Pelecehan
Menanggapi viralnya kasus ini, pihak Grab menyatakan telah menghubungi korban dan tengah melakukan investigasi lebih lanjut.
“Laporan tersebut sudah dalam tindak lanjut tim kami. Kami berkoordinasi dengan pelapor untuk memastikan penanganan terbaik,” tulis pernyataan resmi Grab.
Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk tidak mentolerir segala bentuk pelecehan.
“Grab tidak mentolerir tindakan pelecehan dalam bentuk apa pun dan akan menindak tegas mitra pengemudi sesuai kode etik yang berlaku,” tegasnya.
Jadi Pengingat Soal Keamanan dan Privasi
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat terkait perlindungan privasi di ruang publik, sekaligus mendorong perusahaan penyedia layanan transportasi untuk memperketat pengawasan terhadap mitra mereka.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam proses penanganan dan menjadi sorotan luas publik di media sosial.(*)
Editor : Agus Pramono