KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Korban kasus rudapaksa di Jambi, terhadap seorang remaja calon polwan berisinial C (18) oleh sejumlah oknum polisi mengalami trauma mendalam.
Ia sempat mengurung diri dan mengalami perubahan sikap usai mengalami pemerkosaan di dua lokasi berbeda oleh empat orang pelaku.
Dalam podcast Close The Door bersama Deddy Corbuzier yang ditayangkan Selasa (28/4/2026), ibu korban mengaku melihat sikap anak perempuannya itu yang mendadak menjadi pendiam dan menarik diri dari lingkungan.
“Dia jadi pendiam. Lampu waktu dinyalakan dimatiin lagi sama dia. Mandi juga gak mau,” ujarnya.
Ibu korban juga mulai merasakan kejanggalan sejak menjelang perayaan Natal, saat anaknya tidak lagi menunjukkan antusiasme seperti biasanya.
“Saya bertanya sama dia, pilih dong baju Natal kamu gitu kan. Adik kamu sudah milih nih, kakak kamu sudah milih nih. Tapi dia bilang terselah lah gitu. Ada perubahan (sikap, red),” katanya.
Kondisi tersebut berlanjut ketika korban menolak ikut ke gereja dan memilih tinggal sendiri di rumah tanpa alasan yang jelas.
“Waktu saya ajak ke gereja, dia tidak mau. Saya sebagai ibu merasa aneh, karena biasanya kalau keluarga berkumpul begitu, dia ikut. Tapi ini dia malah murung di kamar,” bebernya.
Namun, fakta mengejutkan terungkap beberapa hari kemudian saat kakak korban menemukan percakapan di ponsel korban yang berisi curahan hati kepada sahabat kecilnya.
Dalam pesan tersebut, korban mengaku mengalami kejadian traumatis, namun tidak berani mengungkapkannya kepada keluarga.
“Di situ ditemukan chat dia dengan sahabatnya, namanya Kaila. Dia curhat semua. Dia bilang, Saya untuk menceritakan ke ibu saya, saya tidak berani. Apabila pun, biarlah ini kupendam sampai mati,” cerita sang ibu.
Setelah didesak, korban akhirnya mengaku menjadi korban kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh beberapa orang.
PBaca Juga: Rekonstruksi Kasus Pemerkosaan Calon Polwan di Jambi Diawasi Kompolnas, Berikut Alur Ceritanya
Sebelumnya, dalam kasus di Jambi, korban juga mengalami kekerasan oleh lebih dari satu pelaku di dua lokasi berbeda dalam kondisi tidak berdaya.
Para dia ketahui sebanyak empat orang. Dia diantaranya adalah anggota polisi, sementara dua lainnya merupakan warga sipil.(*)
Editor : Ayu Oktaviana